SINGARAJA, PELANGIDEWATA– Peringatan Hari Ulang Tahun ke-422 Singaraja menjadi momentum penting untuk menguji soliditas pemerintahan daerah. Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menegaskan bahwa hubungan antara eksekutif dan legislatif tidak boleh renggang jika ingin memastikan kesejahteraan masyarakat benar-benar terwujud.
Pernyataan itu disampaikannya usai mengikuti apel peringatan di Taman Kota Singaraja, Senin (30/3/2026). Ia mengingatkan, capaian pembangunan yang selama ini diraih tidak boleh membuat pemerintah lengah terhadap pentingnya koordinasi dan komunikasi lintas lembaga.
Mengangkat tema “Bhineka Santi Jagadhita”, Ngurah Arya menilai keberagaman yang dimiliki Singaraja bukan sekadar simbol, melainkan kekuatan strategis untuk menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah. Namun, menurutnya, nilai tersebut harus diiringi dengan kerja nyata, bukan hanya seremonial.
Ia juga menyoroti bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari capaian fisik semata, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah harus tepat sasaran dan berpihak pada kepentingan publik.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD, kata dia, akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif. Ia menegaskan, kritik dan masukan yang diberikan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai arah pembangunan yang telah disepakati bersama.
“Pemerintahan tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada keseimbangan, kontrol, dan komunikasi yang kuat. Di situlah peran DPRD sebagai representasi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, sejauh ini hubungan antara eksekutif dan legislatif di Buleleng terjalin cukup baik. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya hal-hal yang perlu dievaluasi agar ke depan sinergi bisa berjalan lebih optimal.
Apel peringatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, Forkopimda, anggota DPRD, perangkat daerah, hingga unsur masyarakat.
Lebih dari sekadar perayaan, HUT ke-422 Singaraja diharapkan menjadi titik refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang inklusif, stabil, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (ard)