Kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Bimbingan Teknis Kehumasan dan IT di Kantor KONI Buleleng, Kamis (23/4).
SINGARAJA, PELANGIDEWATA, – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng mulai mengintensifkan penguatan bidang kehumasan dan teknologi informasi di lingkungan cabang olahraga. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun organisasi olahraga yang lebih modern, adaptif, dan dikenal luas oleh masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Gede Supriatna, perhatian terhadap aspek publikasi dinilai penting agar capaian atlet tidak hanya berhenti pada prestasi, tetapi juga tersampaikan dengan baik kepada publik.
Ketua Harian KONI Buleleng, Putu Nova Anita Putra, menegaskan bahwa peran humas kini menjadi elemen strategis dalam organisasi.
“Seperti kita ketahui, organisasi sekarang di zaman teknologi yang terus maju, humas menjadi bagian yang sangat penting karena menjadi etalase. Di situ, pusat pelaporan, pusat citra dan organisasi yang baik harus dibangun melalui sistem-sistem kehumasan,” ujarnya usai kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Bimbingan Teknis Kehumasan dan IT di Kantor KONI Buleleng, Kamis (23/4).
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut setiap pengurus cabang olahraga untuk tidak hanya fokus pada pembinaan atlet, tetapi juga mampu mengelola informasi dan komunikasi publik secara aktif melalui berbagai platform digital.
“Prestasi olahraga harus diketahui masyarakat. Jangan sampai atlet kita berjuang keras, meraih medali, tetapi tidak terdokumentasi dan tidak terpublikasikan dengan baik. Karena itu humas dan IT menjadi bagian penting dalam kemajuan organisasi olahraga saat ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, publikasi yang baik akan memperkuat eksistensi cabang olahraga sekaligus membuka peluang dukungan lebih luas, baik dari masyarakat, sponsor, maupun pemerintah daerah.
“Kami ingin seluruh pengkab cabor di Buleleng memiliki sistem informasi yang baik, aktif di media sosial, serta mampu menyampaikan kegiatan dan prestasi atlet secara cepat, akurat, dan menarik,” katanya.
Melalui kegiatan ini, KONI Buleleng juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi. Hal ini diharapkan mampu mendorong setiap cabang olahraga membangun branding yang kuat dan berkelanjutan.
“Kalau prestasi dibarengi publikasi yang baik, maka olahraga Buleleng akan semakin berkembang dan mendapat tempat di hati masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan humas dan IT dari 48 cabang olahraga anggota KONI Buleleng. Selain evaluasi pengelolaan informasi, peserta juga mendapatkan pelatihan teknis terkait strategi kehumasan, penulisan berita singkat, hingga pengelolaan media sosial.
Pada sesi awal, materi disampaikan oleh Cok Aditya Wiraputra Yudha, Komang Yuda, dan Lilik. Selanjutnya, peserta akan dibekali pelatihan pembuatan akun media sosial serta praktik pembuatan konten publikasi sederhana untuk mendukung promosi kegiatan dan prestasi masing-masing cabang olahraga.