Pembukaan MPLS Ramah di SMP Negeri 3 Banjar menjadi momentum membangun generasi yang disiplin, kreatif, serta siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dimulai di Kabupaten Buleleng. Pembukaan kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 3 Banjar itu dipimpin Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, yang hadir mewakili Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.
MPLS tahun ini dilaksanakan secara serentak di seluruh jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP dengan mengusung konsep sekolah ramah anak yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, pengenalan budaya sekolah, serta penguatan literasi digital.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan bahwa MPLS menjadi langkah awal dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Melalui MPLS Ramah, kami ingin menanamkan nilai disiplin, gotong royong, integritas, dan kepedulian sosial kepada peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang mampu membentuk pribadi yang mandiri, kreatif, dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Para siswa baru diajak mengenal lingkungan sekolah, memahami norma dan tata tertib, serta membangun kebiasaan positif, termasuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Penggunaan teknologi dan media sosial juga menjadi perhatian utama agar dimanfaatkan secara sehat dan produktif.
Disdikpora menegaskan bahwa seluruh rangkaian MPLS wajib berlangsung tanpa praktik perpeloncoan maupun hukuman fisik. Guru dan panitia diminta menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, judi daring, serta berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.
Ketua Komite Widya Santi SMP Negeri 3 Banjar, Nyoman Aryawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pembukaan MPLS Ramah tingkat Kabupaten Buleleng.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah agar dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan melahirkan generasi Buleleng yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Sebanyak 28.371 murid baru tercatat mengikuti MPLS tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Buleleng. Rinciannya, 8.199 siswa PAUD/TK, 10.018 siswa SD, dan 10.809 siswa SMP. Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan menerima materi tentang tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, budaya senyum, salam, sapa, sopan, santun, etika bermedia sosial, serta Gerakan Indonesia ASRI.