Gubernur Koster mendorong wakil Bali menjaga disiplin dan mengukir prestasi demi mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
DENPASAR, PELANGIDEWATA– Perjuangan dan keteguhan hati mengantarkan dua pelajar asal Bali terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026. Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan kisah inspiratif dari keduanya yang tumbuh dalam keluarga dengan orang tua tunggal setelah kehilangan sosok ayah maupun ibu.
Kisah haru itu mencuat saat Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima audiensi dua siswa terbaik tersebut di Jayasabha, Denpasar, Senin (13/7). Pertemuan itu menjadi momentum pemberian dukungan sekaligus apresiasi atas pencapaian mereka yang berhasil menembus seleksi nasional.
Dua pelajar yang akan mewakili Bali pada ajang Paskibraka Nasional adalah I Made Dwi Sathya Kurniawan (16), siswa SMA Negeri 1 Kuta Utara, Kabupaten Badung, dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani (16), siswi SMA Negeri 1 Kubu, Kabupaten Karangasem.
Made Dwi Sathya telah menjadi piatu setelah ibundanya meninggal dunia dan kini dibesarkan oleh sang ayah, I Putu Suryawan, yang bekerja sebagai pegawai PDAM. Sementara itu, Gayatri Dinda merupakan seorang yatim yang sejak kecil diasuh oleh ibunya, Ni Wayan Sudiarsani, seorang aparatur sipil negara.
Keduanya berhasil lolos setelah melalui proses seleksi berjenjang dan kompetitif di tingkat pusat. Dari enam pelajar yang dikirim Pemerintah Provinsi Bali, yang terdiri atas tiga peserta putra dan tiga peserta putri, hanya satu putra dan satu putri yang berhasil terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan agar kedua siswa menjaga semangat, kedisiplinan, serta tanggung jawab selama menjalani pendidikan dan pelatihan.
“Kesempatan ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah besar. Saya berharap kalian mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa nama Bali semakin harum di tingkat nasional,” ujar Koster.
Ia menegaskan, keberhasilan yang diraih kedua pelajar tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan hidup tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih cita-cita selama dibarengi kerja keras, tekad, dan dukungan keluarga.
Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dukungan berupa bantuan untuk memenuhi kebutuhan kedua peserta selama mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Depok yang akan berlangsung selama 40 hari hingga pelaksanaan tugas kenegaraan selesai.
Tak hanya itu, Gubernur Koster juga memberikan perhatian khusus kepada kondisi keluarga kedua peserta. Mengetahui mereka dibesarkan oleh orang tua tunggal, ia meminta agar orang tua yang mengantar ke Jakarta tidak berangkat seorang diri, melainkan didampingi satu anggota keluarga lainnya.
“Pemerintah Provinsi Bali akan memastikan seluruh kebutuhan perjalanan, mulai dari tiket hingga akomodasi, dapat terpenuhi sehingga para orang tua dapat mendampingi putra-putrinya dengan tenang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Bali, I Gede Suralaga, yang turut hadir dalam audiensi tersebut menjelaskan bahwa Bali sebelumnya mengirim enam siswa terbaik untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.
“Hasil seleksi menunjukkan dua peserta terbaik berhasil mengemban tugas sebagai wakil resmi Provinsi Bali dalam Paskibraka Nasional tahun 2026. Ini merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus motivasi bagi generasi muda lainnya,” ungkap Suralaga.
Keberhasilan I Made Dwi Sathya Kurniawan dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani menjadi cerminan bahwa kehilangan dan keterbatasan bukanlah akhir dari perjalanan. Dengan semangat pantang menyerah, dukungan keluarga, serta kerja keras, keduanya kini bersiap mengemban kehormatan sebagai pengibar Sang Saka Merah Putih sekaligus membawa nama Bali di panggung nasional.