KLUNGKUNG, pelangidewata.com – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk peluang kerja di tingkat internasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi SPA dan Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Tahun 2026 yang dibuka Bupati Klungkung I Made Satria di Ruang Rapat Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung, Selasa (22/9/2026).
Program ini menjadi bagian dari implementasi inovasi “Beri Aku Kail Bukan Ikan” yang digagas Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung. Program tersebut diarahkan untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi calon tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha, sekaligus membuka akses bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan yang lebih kompetitif.
Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi agenda penting meskipun kondisi ketenagakerjaan di Klungkung menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan data Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Klungkung berada di angka 0,73 persen. Angka tersebut menempatkan Klungkung sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terendah kedua di Provinsi Bali pada periode tersebut.
“Rendahnya angka pengangguran ini justru menjadi tantangan baru yang harus kita jawab dengan peningkatan kualitas. Kita ingin tenaga kerja lokal Klungkung tidak hanya terserap, tetapi juga memiliki keahlian yang kompetitif dan memperoleh upah yang layak,” ujar Satria.
Sasar Anak Keluarga Kurang Mampu
Pelatihan kali ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki minat dan kemampuan di bidang hospitality. Mereka dipersiapkan untuk memiliki kompetensi yang dapat menunjang peluang bekerja di luar negeri, khususnya pada sektor kapal pesiar dan industri SPA.
Bupati Satria mengapresiasi dukungan lembaga pelatihan kerja (LPK) dan mitra agen pemberangkatan yang terlibat dalam program tersebut.
Ia menitipkan para peserta kepada LPK Balindo Paradiso, LPK Bali Mars, Whyndam Tamansari Jivva Resort Bali, dan Adiwana Wanakali Nusa Penida agar seluruh peserta memperoleh pembekalan sesuai standar industri.
Kepada para peserta, Satria berpesan agar mengikuti seluruh proses pelatihan dengan tekun dan serius.
“Berlatihlah dengan sungguh-sungguh hingga cita-cita memperoleh kehidupan yang lebih baik serta terbebas dari kemiskinan dapat tercapai,” pesannya.
Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung I Nyoman Sidang menjelaskan, Pelatihan Sertifikasi Kompetensi CPMI tahun ini diikuti 20 peserta.
Pelatihan dilaksanakan secara daring oleh LPK Balindo Paradiso selama empat bulan, mulai 12 Agustus hingga 10 Desember 2026. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan melanjutkan program pemagangan selama dua bulan.
Sementara itu, Pelatihan Berbasis Kompetensi SPA juga diikuti 20 peserta. Pelatihan dilaksanakan secara luring oleh LPK Bali Mars dengan total 25 kali pertemuan.
Seluruh pembiayaan kedua program tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Klungkung Tahun Anggaran 2026.
Alumni Tunjukkan Hasil Positif
Program “Beri Aku Kail Bukan Ikan” yang telah berjalan pada periode sebelumnya juga menunjukkan capaian yang cukup beragam.
Untuk program Pelatihan SPA, dari 80 alumni, sebanyak 56 orang atau 70 persen telah bekerja sebagai terapis SPA di luar negeri, di antaranya Sri Lanka, Turki, Kuwait, dan Rumania.
Sebanyak 20 orang atau 25 persen bekerja di dalam negeri pada sektor hotel, vila, dan rumah SPA. Sementara empat orang atau lima persen memilih berwirausaha secara mandiri dan menjadi instruktur SPA.
Sementara dari 107 alumni Pelatihan dan Sertifikasi CPMI, sebanyak 39 orang atau 37 persen telah bekerja di luar negeri, baik di kapal pesiar maupun sektor darat.
Kemudian, 54 orang atau 51 persen bekerja di dalam negeri sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan pengalaman kerja untuk kapal pesiar. Sebanyak tujuh orang atau 6,5 persen lainnya masih dalam proses melengkapi dokumen persyaratan untuk mengikuti wawancara kerja kapal pesiar.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pelatihan berbasis kompetensi dapat menjadi salah satu jalur untuk membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat Klungkung.
Melalui program yang berorientasi pada keterampilan dan kebutuhan industri, Pemkab Klungkung berharap semakin banyak tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi, mampu bersaing, serta mendapatkan kesempatan kerja dengan penghasilan yang lebih baik.