TABANAN — Gubernur Bali Wayan Koster mendorong generasi muda untuk terus terlibat dalam pelestarian Drama Tari Gambuh sebagai salah satu warisan seni pertunjukan klasik Bali.
Pesan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri upacara pawiwahan putra Ida Bhagawan Putra Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun di Geriya Kedatuan Kawista, Belatungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Jumat (2/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Koster menyaksikan pertunjukan Drama Tari Gambuh yang dibawakan para penari dan penabuh dari Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Ia mengapresiasi keterlibatan anak-anak muda dalam mempertahankan kesenian tradisional yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan seni pertunjukan Bali.
“Luar biasa sekali dan saya cukup terkejut melihat anak-anak muda masih melestarikan kesenian seni klasik Gambuh ini. Saya harap terus semangat menjaga kelestarian kesenian Gambuh,” ujar Koster.
Pertunjukan Gambuh berlangsung dengan iringan gamelan Penggambuhan yang memiliki karakter musikal khas, salah satunya ditandai dengan penggunaan suling panjang. Instrumen tersebut mengiringi gerak tari sekaligus membangun suasana dramatik dalam setiap bagian cerita.
Sejumlah tokoh dalam struktur dramatari Gambuh turut ditampilkan, antara lain Condong, Kakan-kakan, Putri, Demang, dan Tumenggung. Para pregina memadukan gerak tari, dialog, vokal, serta iringan musik untuk membangun alur cerita.
Gambuh sendiri merupakan salah satu bentuk dramatari klasik Bali yang memiliki karakteristik khusus dalam struktur pertunjukan, musik, gerak, bahasa, vokal, serta penokohan. Tradisi ini masih dipelihara di sejumlah wilayah Bali, termasuk Desa Batuan, Gianyar, yang hingga kini dikenal memiliki kelompok seni yang aktif melestarikan Gambuh.
Menurut Koster, keberadaan generasi muda dalam proses pelestarian menjadi bagian penting untuk memastikan tradisi tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Regenerasi diperlukan agar pengetahuan mengenai gerak tari, tabuh, vokal, karakter tokoh, hingga struktur pertunjukan dapat terus diwariskan.
Pelestarian Gambuh, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan sebuah bentuk pertunjukan, tetapi juga menjaga pengetahuan dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci agar kesenian klasik Bali tersebut tetap berkembang dan dikenal oleh generasi berikutnya.