SEMARAPURA — Anggota DPRD Klungkung Putu Tika Winawan menyebut nama I Made Udayana sebagai salah satu putra daerah yang dinilai memiliki pengalaman dan kompetensi untuk ikut memperkuat pembangunan Klungkung.
Udayana dinilai memiliki latar belakang panjang di bidang pelayanan kesehatan dan manajemen rumah sakit. Tika berharap pengalaman tersebut dapat dibawa pulang untuk memberikan pengabdian di daerah asal.
“Klungkung memanggil. Saya berharap Saudara Bupati mempertimbangkan beliau untuk mengabdi di Klungkung,” ujar Tika.
Pernyataan tersebut disampaikan Tika, Minggu (4/10), ketika mendorong Pemerintah Kabupaten Klungkung memberikan ruang kepada putra-putri daerah yang selama ini berkarier di luar Klungkung.
Berdasarkan curriculum vitae yang dihimpun, I Made Udayana merupakan ASN RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah sejak 2002. Kariernya dimulai sebagai perawat pelaksana sebelum kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan manajerial.
Di antaranya Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan Rawat Inap dan Asisten Manajer Pelayanan Penunjang Nonmedik. Sejak Mei 2026, Udayana tercatat menjabat sebagai Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.
Dari sisi pendidikan, latar belakang Udayana juga cukup beragam. Ia menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Manajemen Universitas Udayana pada 2023, Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat pada 2017, Profesi Ners pada 2014 dan Sarjana Ilmu Hukum pada 2009.
Pengalamannya juga mencakup bidang hukum kesehatan, manajemen risiko rumah sakit, akreditasi, kegawatdaruratan, kediklatan hingga peningkatan mutu pelayanan.
Udayana tercatat pernah terlibat dalam Tim Reaksi Cepat rumah sakit dalam penanganan Bom Bali I, Bom Bali II dan gempa Bantul. Ia juga pernah menjadi bagian dari tim pendamping survei akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) 2013.
Dengan pengalaman tersebut, Tika menilai Udayana memiliki bekal yang cukup untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan pelayanan kesehatan di Klungkung.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian Tika adalah penguatan puskesmas. Ia berharap pengalaman manajemen yang dimiliki putra daerah tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus pelayanan kesehatan dasar.
“Harapannya setiap puskesmas menjadi lebih hidup, lebih berdaya, dan perubahan kualitas pelayanannya benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan sekadar pelengkap administrasi,” tegas Tika.
Tika menekankan, gagasan membawa pulang putra daerah tidak hanya ditujukan kepada Udayana. Menurutnya, masih banyak SDM asal Klungkung yang memiliki pengalaman dan kapasitas setelah berkarier di luar daerah.
Ia berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang bagi mereka untuk ikut berkontribusi, dengan tetap mengedepankan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Banyak putra daerah kita yang moncer di luar daerah. Kenapa tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan mengabdi di daerah sendiri?” kata Tika.
Menurut Tika, apabila potensi tersebut dapat dihimpun, Klungkung akan memiliki tambahan energi, pengalaman dan perspektif baru dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.