DENPASAR – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengikuti rapat persiapan kunjungan kerja Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) ke Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Oktober 2026. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari penguatan program pemberdayaan masyarakat hingga perhatian terhadap keberlangsungan UMKM dan kerajinan tradisional Bali.
Rapat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti Putri Koster dari Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (16/10/2026). Rapat juga dihadiri Ketua TP PKK Pusat sekaligus Ketua Umum Seruni KMP, Ny. Tri Tito Karnavian, untuk membahas susunan kegiatan selama empat hari kunjungan.
Kunjungan tersebut turut menghadirkan Pembina Seruni KMP sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, Ny. Selvi Ananda Gibran, bersama sejumlah anggota Seruni KMP.
Dalam rapat tersebut, Tri Tito Karnavian menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri berperan sebagai pelaksana sekaligus koordinator kegiatan yang berkaitan dengan program pemerintahan di daerah. Kunjungan ini diharapkan menjadi sarana untuk memberikan wawasan kepada para istri kepala daerah mengenai penerapan program nasional di wilayah masing-masing.
Pembekalan tersebut mencakup berbagai aspek tata kelola, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pertanggungjawaban program. Selain itu, peserta juga akan melihat secara langsung pelaksanaan program di daerah, termasuk kegiatan pemberdayaan UMKM dan aktivitas lain yang berkaitan dengan Seruni KMP.
Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan sekaligus mengoptimalkan penggunaan waktu dan anggaran, agenda TP PKK, Tim Pembina Posyandu, serta Dekranas dan Dekranasda akan dilaksanakan secara terpadu dalam rangkaian kunjungan yang sama.
Sementara itu, melalui sekretaris pribadinya, Ny. Selvi Ananda Gibran berharap kunjungan kerja Seruni KMP ke Bali dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dan perajin lokal. Kunjungan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan, mendorong kreativitas, serta memperkuat upaya pelestarian dan pengembangan produk kerajinan daerah.
Selain mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat, pengembangan kerajinan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kekayaan budaya Bali yang diwariskan melalui karya para perajin.
Dua pasar seni yang masuk dalam rencana kunjungan adalah Pasar Seni Sukawati di Kabupaten Gianyar dan Pasar Seni Kumbasari di Denpasar. Kedua lokasi tersebut dipandang penting untuk terus diperkenalkan dan dipromosikan sebagai destinasi wisata belanja sekaligus ruang pemasaran produk kerajinan lokal.
Empat Hari Kunjungan, Beragam Agenda Disiapkan
Rangkaian kegiatan Seruni KMP di Bali direncanakan dimulai pada 20 Oktober 2026 di Desa Songan, Kabupaten Bangli. Agenda tersebut berupa peletakan batu pertama dan penyerahan bantuan sanitasi bagi 10 desa.
Pada 21 Oktober 2026, rombongan dijadwalkan mengunjungi Posyandu Mandala Sari yang saat ini juga dimanfaatkan sebagai tempat pendidikan anak usia dini (PAUD). Mengingat kegiatan Posyandu belum dilaksanakan pada Oktober, kunjungan tersebut direncanakan dapat diisi dengan dukungan kegiatan atau peningkatan kompetensi dan keterampilan bagi kader Posyandu maupun guru PAUD setempat.
Pada hari yang sama, kegiatan akan dilanjutkan di Art Center dengan agenda sosialisasi kesadaran hukum serta perlindungan hukum bagi perempuan dan anak. Rangkaian kegiatan juga mencakup registrasi platform digital yang melibatkan kader TP PKK Provinsi Bali.
Selanjutnya, pada 22 Oktober 2026, agenda difokuskan pada penguatan tata kelola Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu. Rombongan Seruni KMP kemudian direncanakan mengunjungi UMKM, toko oleh-oleh, atau pusat produk kerajinan di Bali yang memiliki beragam produk, mulai dari kain, perhiasan hingga aksesori dan cendera mata lainnya.
Kegiatan ini juga direncanakan melibatkan kader TP PKK dari wilayah Indonesia bagian tengah, sehingga dapat menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperluas wawasan dalam pengembangan produk unggulan daerah.
Kunjungan ke Tenganan, Perkuat Perhatian terhadap Tenun Gringsing
Pada 23 Oktober 2026, rangkaian kegiatan akan difokuskan di Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem, yang dikenal sebagai sentra kain tenun gringsing. Kain tradisional tersebut memiliki teknik pembuatan