KLUNGKUNG – Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri puncak Karya Mamungkah, Tawur Agung, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, dan Pedudusan Agung di Pura Desa, Pura Puseh, lan Pura Taman Pucak Sari, Desa Adat Akah, Senin (19/10/2026).
Upacara yang berlangsung pada Soma Wage Wara Dukut, Sasih Kelima tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan yadnya masyarakat Desa Adat Akah. Prosesi sakral ini dipuput oleh delapan Sulinggih sebagai pemimpin upacara.
Rangkaian karya agung tersebut telah dimulai sejak Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir melalui upacara Penyineban pada Sabtu (24/10/2026).
Turut hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, anggota DPRD Provinsi Bali, serta pimpinan instansi terkait. Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, dan kehidupan keagamaan masyarakat di Kabupaten Klungkung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati I Made Satria juga menyerahkan dana punia secara simbolis sebagai wujud dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan yadnya di Desa Adat Akah.
Bupati Satria menegaskan bahwa adat dan agama merupakan bagian mendasar dari identitas masyarakat Bali yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Menurutnya, hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kehidupan sosial dan spiritual.
“Adat dan agama adalah akar identitas kita. Melalui sinergi spiritual antara pemerintah dan masyarakat, mari kita pererat persaudaraan, jaga kerukunan, serta kokohkan nilai Tri Hita Karana,” ujarnya.
Melalui kehadiran dalam rangkaian upacara keagamaan ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap hubungan dengan desa adat dan masyarakat semakin erat. Sinergi tersebut diharapkan terus memperkuat pelestarian tradisi, menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat, serta mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari warisan budaya Bali.