Sempat Tertinggal 1-2, Amartha FC Bangkit dan Pastikan Gelar Juara Pra Porprov Bali
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Amartha FC menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan saat menghadapi Teja Harum pada partai final Bupati Cup 2026. Sempat tertinggal 1-2, Amartha FC berhasil bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan 4-2 di Stadion Mayor Metra, Kamis (22/10/2026).
Kemenangan tersebut mengantarkan Amartha FC meraih gelar juara dalam turnamen yang menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
Amartha FC langsung mengambil inisiatif serangan sejak pertandingan dimulai. Hasilnya, Dani sukses membuka keunggulan pada menit kedua. Namun, Teja Harum mampu merespons dengan cepat melalui gol Andik pada menit kesembilan setelah kiper Amartha FC, Dio Mahayoga, gagal mengamankan bola.
Teja Harum kemudian berbalik unggul 2-1 pada menit ke-13. Andik kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan umpan Marta.
Tertinggal satu gol membuat Amartha FC meningkatkan tekanan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-16 ketika Dani mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok. Gol itu sekaligus menjadi gol kelimanya sepanjang turnamen dan memastikan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak Bupati Cup 2026.
Pertandingan semakin menarik menjelang turun minum. Pada menit ke-39, Adrian membawa Amartha FC kembali memimpin 3-2 dengan menyambar bola muntah hasil tendangan Holil yang sebelumnya membentur tiang gawang.
Memasuki babak kedua, Teja Harum berusaha mencari gol penyeimbang. Sejumlah peluang coba dibangun, tetapi belum mampu mengubah keadaan. Amartha FC justru memperbesar keunggulan pada menit ke-83 melalui Arya yang berhasil menuntaskan umpan lambung. Skor 4-2 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Manajer Amartha FC, Putu Hedy Citrawan, mengakui timnya sempat kehilangan momentum ketika pertandingan berlangsung. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari menurunnya semangat pemain yang merasa terlalu percaya diri setelah mengalahkan Teja Harum dengan mudah pada pertemuan sebelumnya di Grup A.
“Setelah tertinggal, kami beri motivasi agar menambah gol. Karena pressing tinggi dan semangat, kami bisa jadi jawara,” ujarnya.
Ia menilai kemenangan tersebut merupakan hasil dari kemampuan pemain merespons tekanan dan kembali berkonsentrasi pada pertandingan. Menurutnya, semangat juang dan komunikasi di lapangan menjadi faktor penting untuk menjaga peluang meraih kemenangan, terutama ketika menghadapi lawan yang mampu memberikan perlawanan ketat.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Buleleng, Gede Suyasa, menyampaikan bahwa Bupati Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk melihat kemampuan pemain yang berpotensi memperkuat Buleleng pada Porprov Bali 2027.
Ia mencontohkan perkembangan Teja Harum yang mampu memberikan perlawanan sengit pada partai final, meskipun sebelumnya menelan kekalahan 1-6 dari tim asal Desa Patas pada pertandingan perdana Bupati Cup. Menurutnya, perubahan performa tersebut menunjukkan bahwa kemampuan dan mental bertanding sebuah tim dapat berkembang dalam waktu relatif singkat.
“Pemain yang akan disaring oleh PSSI Buleleng lewat tim pemandu bakat, diharapkan bisa menaikkan grade skill, mental, dan fisik,” kata Suyasa yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng.
Suyasa menambahkan, aspek kebugaran fisik menjadi salah satu perhatian dalam proses evaluasi. Hal itu menyusul adanya sejumlah pemain yang mengalami kram selama kejuaraan berlangsung.
Pasca-Pra Porprov, PSSI Buleleng akan menerima daftar nama pemain hasil pemantauan tim pemandu bakat. Para pemain terpilih selanjutnya dipersiapkan untuk memperkuat tim inti sepak bola Buleleng pada Porprov Bali 2027.
Keberhasilan Amartha FC menjuarai Bupati Cup 2026 sekaligus menjadi catatan positif bagi perkembangan sepak bola daerah. Namun, bagi PSSI Buleleng, evaluasi kemampuan teknik, kesiapan mental, dan daya tahan fisik tetap menjadi bagian penting untuk membentuk tim yang kompetitif pada ajang olahraga tingkat provinsi mendatang.