KLUNGKUNG – Festival seni dan budaya AKSIKU 2026 (Atraksi Melestarikan Seni dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Klungkung) resmi berakhir pada Jumat (24/10/2026). Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, sekaligus memberikan apresiasi kepada para seniman dan generasi muda yang telah berpartisipasi.
Penutupan festival ditandai dengan pelaksanaan Lomba Balaganjur Kreasi Duduk tingkat SMP se-Kabupaten Klungkung. Lomba ini diikuti delapan sekolah, yakni SMP Negeri 1 Semarapura, SMP Negeri 2 Semarapura, SMP Negeri 3 Semarapura, SMP Negeri 4 Nusa Penida, SMP Negeri 6 Nusa Penida, SMP Negeri 1 Dawan, SMP Negeri 2 Dawan, dan SMP Negeri 2 Banjarangkan.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, SMP Negeri 2 Banjarangkan berhasil meraih juara pertama. Posisi juara kedua diraih SMP Negeri 3 Semarapura, sedangkan SMP Negeri 4 Nusa Penida menempati peringkat ketiga.
Penampilan para peserta menunjukkan semangat pelajar dalam mengembangkan kreativitas seni tradisional Bali. Melalui lomba tersebut, generasi muda mendapat ruang untuk mengasah kemampuan, menampilkan hasil latihan, sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya daerah.
Dalam sambutan penutupnya, Bupati Satria berharap AKSIKU dapat terus menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat berkarya dan berinovasi di kalangan generasi muda. Menurutnya, kegiatan seni budaya tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga kesempatan bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan prestasi.
“Melalui event ini, saya berharap agar dapat memotivasi generasi muda untuk terus dan terus mengembangkan kreasi dan inovasi sekaligus mengaktualisasikan diri melalui aktivitas dan prestasi seni budaya,” ujar Bupati Satria.
Bupati Satria juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya AKSIKU 2026, mulai dari panitia, seniman, pelajar, budayawan hingga masyarakat Kabupaten Klungkung.
Ia berpesan agar para peserta, khususnya seniman muda, tidak cepat berpuas diri atas pencapaian yang diraih. Semangat berlatih, berkreasi, dan berinovasi perlu terus dijaga agar seni budaya Klungkung semakin berkembang dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Berakhirnya AKSIKU 2026 diharapkan tidak menjadi akhir dari ruang berekspresi bagi para seniman muda, melainkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan bakat serta berpartisipasi dalam pelestarian budaya Bali. Dengan keterlibatan generasi muda dan dukungan berbagai pihak, kekayaan seni tradisional di Kabupaten Klungkung diharapkan tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Salam Mahottama.