DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Pengurus Daerah Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PD PRSSNI) Bali masa bakti 2025–2029 di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar. Audiensi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pelaporan kepengurusan baru organisasi radio swasta di Bali.
Dalam pertemuan tersebut, Pras Yudyo dari Voks Radio Bali yang terpilih sebagai Ketua PD PRSSNI Bali masa bakti 2025–2029 melaporkan bahwa pihaknya telah menyelenggarakan sidang pemilihan dan menetapkan kepengurusan baru untuk periode lima tahun ke depan.
Pras Yudyo menyampaikan, PD PRSSNI Bali menaungi 22 radio swasta di Bali serta 3 radio swasta di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ke depan, pihaknya berharap dapat terus menjalin sinergi yang kuat dengan Pemerintah Provinsi Bali. “Kami berharap adanya sinergi yang berkelanjutan dengan Pemerintah Provinsi Bali. Radio swasta siap mendukung dan menyosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Pras, radio masih memiliki peran strategis sebagai media informasi yang dekat dengan masyarakat, terutama dalam menjangkau pendengar hingga ke pelosok daerah.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan radio swasta yang dinilainya tetap eksis dan relevan di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan media baru.



“Luar biasa radio swasta. Di tengah gempuran arus digitalisasi, radio masih tetap bertahan dan eksis. Saya apresiasi dan acungi jempol keberadaan radio swasta di masa sekarang,” kata Gubernur Koster.
Gubernur Koster menegaskan bahwa radio memiliki keunggulan tersendiri, khususnya dalam menyampaikan informasi secara cepat, langsung, dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Ia juga membuka peluang diskusi lanjutan antara Pemerintah Provinsi Bali dengan PD PRSSNI Bali.
“Nanti kita cari waktu lagi untuk berdiskusi dan bertukar pikiran,” imbuhnya.
Gubernur berharap pertemuan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan radio swasta dalam mendukung pembangunan Bali, termasuk penyebarluasan informasi kebijakan publik, pelestarian budaya, serta penguatan identitas Bali di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi media.