Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma secara langsung menemui Gubernur Bali Wayan Koster di Ruang Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (30/1/2026).
Pertemuan tersebut digelar untuk merespons serangkaian peristiwa gesekan yang melibatkan oknum warga asal NTT di beberapa wilayah Bali belakangan ini.
Mewakili Pemerintah Provinsi dan masyarakat NTT, Johni menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Gubernur Koster, tokoh adat, dan seluruh masyarakat Bali atas ketidaknyamanan yang timbul.
“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan keprihatinan yang mendalam serta penyesalan atas peristiwa yang melibatkan oknum warga asal NTT dengan warga masyarakat Bali,” ujar Johni dalam keterangan resminya usai pertemuan, Jumat.
Johni mengakui bahwa tindakan segelintir warganya tersebut tidak hanya mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga mencederai tatanan sosial dan keharmonisan yang selama ini dijunjung tinggi di Pulau Dewata.
๐ฆ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ ๐ฃ๐ฟ๐ผ๐๐ฒ๐ ๐๐๐ธ๐๐บ
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kapolda Bali, Pangdam Udayana, dan Kajati Bali tersebut, Johni menegaskan sikap Pemprov NTT terkait oknum yang bermasalah.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap aparat penegak hukum untuk menindak tegas siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran, tanpa pandang bulu.
“Pemerintah NTT mendukung langkah-langkah penegakan hukum oleh APH terhadap warga NTT yang melakukan pelanggaran hukum, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegas purnawirawan Polri berpangkat Irjen tersebut.
๐ ๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐ช๐ฎ๐ฟ๐ด๐ฎ ๐ก๐ง๐ง ๐๐ผ๐ฟ๐บ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฑ๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐น๐ถ
Lebih lanjut, Johni mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh diaspora NTT yang merantau di Bali, baik untuk bekerja maupun menempuh pendidikan. Ia meminta warganya untuk bisa beradaptasi dan menghormati adat istiadat setempat.
“Warga NTT harus mampu beradaptasi, menghormati, dan menaati adat istiadat, adat budaya, dan norma hukum yang berlaku. Kehadiran warga NTT harus memberikan kontribusi positif bagi kedamaian,” kata dia.
Kendati demikian, Johni berharap Gubernur Koster dan masyarakat Bali tidak menggeneralisasi perilaku buruk segelintir oknum tersebut terhadap seluruh warga NTT.
Menurutnya, hubungan persaudaraan antara Bali dan NTT telah terjalin lebih dari 70 tahun dan merupakan pilar penopang NKRI yang harus dirawat bersama.
“Kami memohon kepada pemerintah dan masyarakat Bali untuk menerima kembali warga NTT, mengingat sebagian besar masyarakat NTT di Bali telah berbaur dan menyatu dalam membangun Bali,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Bali, termasuk Danrem Wirasatya, Bupati Karangasem, Wakil Wali Kota Denpasar, dan Sekda Badung.
Sementara dari pihak NTT, Wagub Johni didampingi oleh Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Barat Daya, dan Wakil Bupati Sumba Tengah untuk membahas langkah pemulihan kepercayaan dan pengawasan terhadap warga perantau.