
SINGARAJA, – Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi memulai penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja dengan prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) yang digelar di area Rumah Jabatan Bupati Buleleng dan Gedung Wanita Laksmi Graha, Jumat (20/2).
Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Ketua TP PKK Buleleng serta Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna. Turut hadir unsur DPRD Kabupaten Buleleng dan Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa sebagai bentuk dukungan terhadap penataan kawasan bersejarah di jantung Kota Singaraja.
Dalam keterangannya, Bupati Sutjidra mengungkapkan bahwa pekerjaan fisik sebenarnya telah dimulai beberapa hari sebelumnya, ditandai dengan pembongkaran sejumlah bangunan lama serta penataan vegetasi di sekitar lokasi proyek. Ia optimistis, dengan progres awal yang berjalan sesuai rencana, pengerjaan dapat rampung pada Juni 2026.
“Penataan ini adalah langkah strategis untuk mengembalikan identitas kawasan bersejarah Kota Singaraja. Anggaran bersumber dari bantuan keuangan khusus Pemkab Buleleng sebesar Rp25 miliar dengan durasi pengerjaan sekitar 4,5 bulan,” jelasnya.
Ia juga menanggapi munculnya pro dan kontra di tengah masyarakat. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam setiap proses pembangunan. Namun demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen memastikan penataan dilakukan dengan memperhatikan aspek sejarah, estetika, serta kepentingan publik.
Selain pembenahan kawasan Titik Nol, Pemkab Buleleng berencana menata ulang lobi Kantor Bupati agar kembali difungsikan sebagai ruang terbuka untuk menerima tamu dan masyarakat yang ingin “mesadu” atau berdialog langsung. Konsep penataan kawasan puri juga akan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan arsitektur heritage tanpa pembatas tembok tinggi, sehingga menghadirkan kesan terbuka dan ramah.
Dengan penataan ini, Pemkab Buleleng berharap kawasan Titik Nol Singaraja dapat menjadi ikon kota yang representatif, sarat nilai sejarah, serta menjadi ruang publik yang membanggakan bagi masyarakat Buleleng.