Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Himpunan Lembaga Pelatihan Kerja Seluruh Indonesia (HILLSI) Provinsi Bali di ruang tamu Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Selasa (17/3). Pertemuan tersebut membahas penguatan peran lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS) dalam menyiapkan tenaga kerja terampil guna menekan angka pengangguran serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Bali di dalam maupun luar negeri.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster menegaskan bahwa orientasi pembangunan sumber daya manusia di Bali ke depan akan semakin menitikberatkan pada peningkatan kualitas tenaga kerja. Menurut dia, lembaga pelatihan kerja (LPK) memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai yang mampu terserap secara optimal di pasar kerja global.
“Kita memang akan berorientasi ke tenaga kerja. LPK sangat penting. Di luar negeri penyerapannya bagus dan Bali termasuk yang paling baik dalam penyiapan tenaga kerjanya. Ini harus menjadi inisiatif bersama dengan dukungan nyata dari pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kemitraan dan sistem pendukung yang komprehensif perlu terus dibangun agar lembaga pelatihan mampu menyelenggarakan program pelatihan yang lebih banyak sekaligus berkualitas. Upaya tersebut dinilai akan berdampak langsung dalam menekan angka pengangguran di lapangan.
Gubernur Koster juga menaruh perhatian besar terhadap penyerapan tenaga kerja Bali, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari sejumlah negara sahabat, tenaga kerja asal Bali dikenal memiliki etos kerja tinggi. “Orang Bali di luar negeri sangat terkenal rajin dan tekun,” katanya.
Untuk memperkuat tata kelola pelatihan kerja, ia menugaskan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali agar segera menyusun sistem terintegrasi yang mencakup standardisasi modul pelatihan, sarana prasarana pembelajaran, hingga kolaborasi lintas sektor. Selain itu, pendataan serapan tenaga kerja pascapelatihan juga diminta untuk dirapikan, termasuk penempatan di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua HILLSI Bali masa bakti 2023–2028, Anak Agung Gede Widnyana, menyampaikan komitmen organisasinya untuk mendorong pengembangan pendidikan vokasi di Pulau Dewata. Ia menyebutkan, HILLSI Bali saat ini menaungi 282 LPK dari total 337 lembaga pelatihan kerja yang ada di Bali.
“Kepengurusan yang baru ingin menjadikan Bali sebagai pusat pelatihan berkualitas lintas bidang. Kami telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung Pemerintah Provinsi Bali dan Bapak Gubernur,” ujarnya.
Program tersebut antara lain berfokus pada peningkatan mutu lembaga pelatihan melalui penyusunan standar kurikulum, kompetensi, prosedur operasional standar (SOP), serta penguatan kualitas sumber daya manusia pengelola pelatihan.
Widnyana juga berharap pemerintah daerah dapat menyediakan wadah dan dukungan media agar LPK di Bali dapat bersinergi lebih optimal dalam mencetak tenaga kerja kompeten yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.