Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja resmi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov, di Jayasabha, Denpasar, Rabu (18/3). Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral, khususnya rencana kerja sama sister city antara Bali dan Kota St Petersburg di Rusia.
Dalam kesempatan itu, Dubes Sergei Tolchenov menyampaikan apresiasi atas kesediaan Gubernur Bali menerima kunjungannya di tengah rangkaian upacara adat serta perayaan menjelang Hari Suci Nyepi. Ia juga menyampaikan harapan agar Gubernur Koster dapat berkunjung langsung ke St Petersburg untuk meresmikan dokumen kerja sama sister city yang saat ini hampir rampung difinalisasi.
Menurutnya, kehadiran Gubernur Bali di kota yang dikenal sebagai pusat destinasi wisata dan kebudayaan di Rusia tersebut akan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi konkret di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pariwisata, pendidikan, hingga kebudayaan. Ia bahkan menyinggung rencana pergelaran busana khas Bali di St Petersburg sebagai bagian dari diplomasi budaya yang dinantikan masyarakat Rusia.
“Kedua pihak telah hampir memfinalisasi sistem dan program kerja sama sister city. Kami berharap kunjungan Bapak Gubernur akan menjadi penanda resmi dimulainya kolaborasi yang lebih aktif dan taktis,” ujar Tolchenov.
Selain itu, pihak Kedutaan Besar Rusia terus mengingatkan warganya yang berkunjung ke Bali agar menghormati budaya lokal serta mematuhi regulasi yang berlaku. Tolchenov menilai kepatuhan wisatawan terhadap hukum dan kearifan lokal akan memperkuat citra positif hubungan kedua wilayah.
Ia juga mendorong pengembangan kerja sama antarparlemen sebagai langkah mempererat hubungan kelembagaan antara Rusia dan Bali. Dalam bidang pendidikan, Rusia menawarkan sekitar 300 beasiswa setiap tahun bagi pelajar Indonesia untuk menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di negara tersebut.
Menanggapi hal itu, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa wisatawan asal Rusia memberikan kontribusi signifikan terhadap industri pariwisata Bali. Ia mengakui sempat terjadi sejumlah pelanggaran oleh oknum wisatawan pada masa awal meningkatnya kunjungan, namun situasi kini semakin kondusif setelah dilakukan sosialisasi mengenai do’s and don’ts selama berada di Pulau Dewata.
“Sekarang situasinya makin baik dan tertib. Wisatawan asal Rusia dapat menikmati Bali dengan lebih nyaman dan memahami aturan serta budaya lokal,” ujarnya.
Koster juga menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Bali untuk memfasilitasi investasi dari warga negara Rusia sepanjang sesuai regulasi serta memberikan manfaat bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Terkait kerja sama sister city Bali–St Petersburg, ia menjelaskan bahwa substansi kerja sama telah mencakup sektor kebudayaan, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata. Proses administrasi pun telah mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri dan kini tinggal menunggu tahap akhir di Kementerian Luar Negeri sebelum dokumen dikirimkan kepada Gubernur St Petersburg.
Rencana peresmian kerja sama yang semula dijadwalkan pada April mendatang terpaksa ditunda akibat dinamika situasi politik global. Meski demikian, Koster menegaskan komitmennya untuk melakukan kunjungan resmi ke Rusia ketika kondisi memungkinkan.
“Saya berjanji akan berkunjung ke Rusia jika situasi sudah aman kembali. Tawaran beasiswa dari Rusia juga akan segera kami tindak lanjuti karena negara tersebut sangat menjanjikan sebagai tujuan pendidikan,” katanya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan Bali dengan Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.