Sub : Bali – Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis: Dari Pariwisata hingga Energi Masa Depan
Denpasar : Suasana penuh keakraban menyelimuti pertemuan antara Wayan Koster dan Zhang Zhisheng di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (26/3). Di balik dialog yang berlangsung santai, terselip harapan besar akan masa depan kemitraan yang semakin erat antara Bali dan Tiongkok.
Pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan diplomatik, melainkan ruang diskusi strategis yang membuka peluang baru di berbagai sektor. Gubernur Bali menegaskan optimismenya bahwa hubungan yang telah terjalin dapat ditingkatkan ke tahap yang lebih konkret dan berdampak luas.
“Kami berharap akan terbuka lebih banyak peluang untuk memperkuat kemitraan dan menjalin kolaborasi baru ke depan,” ujar Wayan Koster, menandaskan komitmen Bali untuk terus berkembang melalui kerja sama internasional.
Dalam diskusi itu, Zhang Zhisheng menyoroti sejumlah sektor prioritas yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama, mulai dari investasi, perdagangan, pariwisata, hingga teknologi dan infrastruktur. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih luas.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memfasilitasi transfer teknologi, serta meningkatkan promosi budaya. Pada akhirnya, hubungan antarbangsa akan semakin kokoh,” ungkapnya.
Di tengah dinamika global, perhatian terhadap nilai-nilai lokal juga menjadi sorotan penting. Zhang secara khusus menyampaikan dukungannya terhadap Bali dengan mengimbau wisatawan asal Tiongkok untuk selalu menghormati aturan, adat istiadat, dan kearifan lokal. Ia mencontohkan keberhasilan imbauan menjelang Hari Raya Nyepi, di mana wisatawan Tiongkok mematuhi seluruh ketentuan tanpa pelanggaran. Sebuah hal kecil yang mencerminkan rasa hormat besar terhadap budaya Bali.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui angka dan proyek, tetapi juga melalui saling pengertian dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya.
Lebih jauh, Zhang mengungkapkan bahwa Tiongkok baru saja merampungkan rencana pembangunan lima tahun ke depan (2026–2030), yang membuka berbagai peluang kerja sama baru dengan Indonesia, khususnya Bali. Ketertarikan terhadap visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjadi salah satu titik temu yang menjanjikan.
Salah satu peluang konkret yang mengemuka adalah kerja sama di bidang pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Sejumlah perusahaan Tiongkok diketahui telah memenangkan tender proyek tersebut, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan Bali sebagai salah satu wilayah pelaksana.
Harapan akan kolaborasi ini tidak hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan solusi berkelanjutan bagi tantangan lingkungan. Sebuah kebutuhan mendesak di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata Bali.
Untuk memastikan kerja sama berjalan efektif, Zhang menegaskan komitmennya untuk membuka jalur komunikasi langsung dengan jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. “Kami siap membantu koordinasi langsung dengan pihak terkait di negara kami,” ujarnya.
Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cinderamata khas daerah masing – masing. Dimana Gubernur Wayan Koster menyerahkan kain tenun Endek khas Bali, sebagai bentuk promosi hasil produksi UMKM lokal.