Peletakan Batu Pertama Kampung UMKM Krisna di Dencarik, Dorong Penguatan Ekonomi Lokal
SINGARAJA, PELANGIDEWATA, – Pembangunan Kampung UMKM Krisna resmi diawali dengan seremoni peletakan batu pertama yang dilaksanakan di Banjar Dinas Corot, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, pada Senin (6/4). Inisiatif ini digagas oleh pengusaha lokal Ajik Cok Krisna sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor UMKM di Kabupaten Buleleng.
Prosesi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan RI, Dr. Mohamad Qodari, yang turut melakukan peletakan batu pertama. Hadir pula Wakil Bupati Buleleng, I Gede Supriatna, bersama Camat Banjar Putu Widiawan, Perbekel Dencarik, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kampung UMKM Krisna dirancang menjadi kawasan terpadu yang tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha kecil dan menengah, tetapi juga mengedepankan aspek pelestarian budaya serta lingkungan. Rencana pembangunan yang dilengkapi dengan kawasan hutan bambu diharapkan mampu menjadi nilai tambah sekaligus daya tarik bagi sektor pariwisata.
Selain itu, kehadiran kampung UMKM ini diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan kualitas produk lokal agar lebih kompetitif.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buleleng I Gede Supriatna menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ajik Cok Krisna dalam mendukung pembangunan daerah. Ia juga menyambut hangat kehadiran Kepala Staf Kepresidenan RI beserta rombongan, serta berharap proyek ini mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Di sisi lain, Camat Banjar Putu Widiawan menyampaikan pandangannya bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam pengembangan UMKM berbasis potensi lokal menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Diharapkan, pembangunan Kampung UMKM Krisna ke depan mampu memberikan dampak positif, baik dalam menjaga kelestarian lingkungan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Buleleng.