secara resmi membuka Kubutambahan Seni Budaya Madani Festival (KUSUMA FEST) Tahun 2026. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong di Lapangan Desa Pakisan, Jumat (17/4).
BULELENG, PELANGIDEWATA,- Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama Ny. Wardhany Sutjidra serta Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna bersama Ny. Hermawati Supriatna, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, secara resmi membuka Kubutambahan Seni Budaya Madani Festival (KUSUMA FEST) Tahun 2026. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong di Lapangan Desa Pakisan, Jumat (24/4).
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa Kecamatan Kubutambahan memiliki potensi yang sangat besar dan beragam, mulai dari sektor seni dan budaya, pariwisata, hingga pertanian dan perikanan. Kekayaan seni tradisional seperti tari, tabuh, serta tradisi adat yang masih terjaga dengan baik menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan identitas daerah di tengah arus modernisasi.
Selain itu, potensi wisata di wilayah pesisir utara Bali, termasuk keberadaan Pura Meduwe Karang, dinilai sebagai daya tarik yang memiliki nilai strategis untuk terus dikembangkan guna mendukung sektor pariwisata berbasis budaya.
Bupati Sutjidra juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana, pemerintah kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan KUSUMA Festival 2026. Menurutnya, festival ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Melalui KUSUMA Festival ini, kita tidak hanya merayakan kekayaan budaya yang dimiliki, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jati diri daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sutjidra.
Lebih lanjut, ia berharap festival ini mampu menjadi wadah kreatif bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal sebagai warisan yang harus dijaga dan dilestarikan.