KARANGASEM, PELANGIDEWATA — Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, melayat ke rumah duka Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, Sabtu (2/5/2026) malam.
Kehadirannya sebagai bentuk empati atas berpulangnya ayahanda Guru Pandu, almarhum Jro Mangku Nyoman Goya.
Dalam kunjungan tersebut, Giri Prasta didampingi sang istri, Ny. Seniasih Giri Prasta, dan disambut langsung oleh Pandu Prapanca Lagosa bersama Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, serta Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Karangasem, I Gusti Gede Subagiarta. Sebagai wujud kepedulian, Wakil Gubernur Bali turut menyerahkan dana punia sebesar Rp32 juta kepada keluarga duka.
Selain itu, ia juga memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik sesuai karma dan dharma yang telah dijalani semasa hidup.
“Saya datang untuk menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga besar Guru Pandu.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Giri Prasta.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebagai bentuk solidaritas dan penguatan moril bagi keluarga yang sedang berduka.
“Ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi wujud rasa persaudaraan. Kita hadir untuk saling menguatkan di tengah suasana duka,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran Wakil Gubernur Bali beserta jajaran.
“Atas nama keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur Bali beserta Ibu. Kehadiran beliau menjadi penghiburan dan kekuatan bagi kami di tengah duka ini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Karangasem dan jajaran yang turut hadir memberikan dukungan.“Perhatian dan dukungan dari semua pihak sangat berarti bagi keluarga kami.
Semoga segala kebaikan ini mendapat balasan yang setimpal,” tambahnya.Diketahui, almarhum Jro Mangku Nyoman Goya akan diaben di setra Desa Adat Pidpid pada Rabu (6/5).
Rangkaian upacara telah dimulai sejak Senin (4/5) dengan sejumlah prosesi awal seperti nunas, ngulapin, hingga mendak petra di rumah duka.
Selanjutnya, pada Selasa (5/5) dilaksanakan prosesi lanjutan seperti melaspas kajang serta berbagai upacara pembersihan dan penyucian sebagai bagian dari rangkaian pitra yadnya.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan pada Kamis (7/5) dengan prosesi ngulapin, mendak pitara, hingga ngelungsur tirta di sejumlah pura sebagai bentuk penyempurnaan upacara.
Seluruh prosesi akan ditutup pada Jumat (8/5) melalui upacara nyegara gunung dan nganyut, yang menjadi simbol penyatuan kembali atma dengan alam dan Sang Pencipta.