0-0x0-0-0-{}-0-0#
Festival kreativitas mahasiswa menjadi ruang kolaborasi untuk merawat tradisi sekaligus menjawab tantangan era digital
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Pelaksanaan MADAVA IV Tahun 2026 resmi berakhir dengan meninggal kan kesan positif bagi sivitas akademika Fakultas Brahma Widya. Mengusung tema “Saha–Jivana Samvardhanah” yang bermakna Menumbuhkan Kehidupan Bersama, festival ini berhasil menghadirkan berbagai ruang ekspresi bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas, bakat, serta inovasi yang berpijak pada nilai-nilai budaya dan spiritualitas.
Dekan Fakultas Brahma Widya IMK Singaraja, I Made Hartaka, S.Fil.H., M.Fil.H. menegaskan bahwa MADAVA tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga wadah pengembangan kreativitas mahasiswa yang relevan dengan perkembangan zaman, pada Sabtu (30/5)
“Madava pada dasarnya merupakan festival kreativitas mahasiswa yang berlandaskan nilai agama, tradisi, dan budaya. Namun, kami juga mendorong mahasiswa untuk peka terhadap perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan inovasi yang berkembang di ruang digital.
Karena itu, nuansa budaya dan tradisi tetap menjadi identitas utama festival ini, tetapi dipadukan dengan sentuhan modern melalui berbagai karya dan penampilan mahasiswa,” jelasnya.
Menurutnya, meskipun penyelenggaraan MADAVA IV tahun ini dikemas lebih sederhana sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran, substansi kegiatan tetap terjaga.
Festival ini tetap menjadi sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengekspresikan gagasan, mengembangkan kemampuan, serta menunjukkan karya terbaik mereka kepada publik.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. I Nyoman Miarta Putra, S.Ag., M.Ag. Ia menilai keberhasilan pelaksanaan MADAVA IV menunjukkan tingginya semangat dan daya juang mahasiswa dalam berkarya di tengah berbagai keterbatasan.
“Madava IV menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menunjukkan kreativitas, dedikasi, dan semangat berkarya meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Kegiatan kemahasiswaan seperti ini memiliki peran penting sebagai ruang belajar di luar kelas untuk mengembangkan kemampuan, kepemimpinan, serta kreativitas mahasiswa.
Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami nilai-nilai yang diperoleh di kampus, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia, mahasiswa, dosen, alumni, serta berbagai pihak yang telah mendukung dan berkontribusi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Selama pelaksanaannya, MADAVA IV menghadirkan berbagai agenda yang menggabungkan unsur akademik, seni, budaya, dan kreativitas mahasiswa. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan modernitas, sekaligus mendorong lahirnya ide-ide baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar festival tahunan, tema “Saha–Jivana Samvardhanah” mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Nilai tersebut tercermin melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam setiap proses penyelenggaraan hingga puncak acara.
MADAVA IV juga memperkuat komitmen Fakultas Brahma Widya untuk terus menghadirkan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuhnya kreativitas, inovasi, serta kepedulian sosial mahasiswa.
Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjaga dan melestarikan warisan budaya, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berakhirnya MADAVA IV diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak karya, gagasan, dan inovasi mahasiswa yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga identitas budaya di tengah arus perubahan zaman.