Korban berusia 17 tahun diduga terjatuh ke laut usai meninggalkan kapal dengan speed boat. Berbagai unsur SAR dikerahkan melakukan pencarian melalui jalur laut, darat, hingga penyelaman.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Turmalin 384310 yang dilaporkan hilang di perairan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, sejak Selasa (30/6) dini hari.
Korban diketahui bernama Rafles Tafa Kusuma (17), warga Jalan Murai, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dugaan sementara, korban terjatuh ke laut saat hendak kembali menuju kapal.
Berdasarkan informasi yang diterima, pada Senin malam sekitar pukul 21.00 Wita, korban terlihat meninggalkan Kapal Turmalin 384310 menuju Pantai Pasir Putih Banyu Wedang menggunakan sebuah speed boat berwarna oranye. Saat itu korban diketahui berada dalam pengaruh alkohol.
Beberapa jam kemudian korban diduga berusaha kembali ke kapal. Namun hingga Selasa siang, korban tidak kunjung tiba di atas kapal. Warga kemudian menemukan speed boat yang digunakan korban dalam kondisi terdampar di bibir pantai tanpa keberadaan korban. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh pihak di lokasi, namun belum membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 06.40 Wita.
“Informasinya kami terima hari ini pada pukul 06.40 Wita dan segera diberangkatkan 7 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi kejadian,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Tim SAR kemudian melaksanakan pencarian pertama sekitar pukul 07.50 Wita dengan mengerahkan satu unit rubber boat. Selama kurang lebih tiga jam penyisiran di perairan dilakukan, namun korban belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian dilanjutkan pada pukul 13.20 Wita dengan melibatkan satu unit rubber boat yang diawaki enam personel serta satu unit sekoci kapal dengan empat personel. Selain menyisir permukaan laut, tim juga melakukan pencarian bawah air menggunakan metode snorkeling dan diving.
Dalam proses penyelaman, dua personel menyelam hingga kedalaman sekitar 10 meter dengan kondisi jarak pandang bawah laut diperkirakan hanya mencapai dua meter. Sementara itu, Search and Rescue Unit (SRU) darat melakukan penyisiran sepanjang garis pantai di sekitar lokasi kejadian.
Hingga operasi pencarian berakhir pada hari tersebut, korban masih belum ditemukan dan upaya pencarian akan terus dilanjutkan sesuai prosedur operasi SAR.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, antara lain Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, TNI AL, Polairud, KPLP Pos Pengamatan, Polsek Gerokgak, BPBD Kabupaten Buleleng, Satpol PP Gerokgak, Babinsa Desa Pejarakan, Bhabinkamtibmas Gerokgak, serta rekan dan keluarga korban.