Korban ditemukan sekitar lima meter dari lokasi speedboat yang sebelumnya terdampar setelah pencarian melibatkan Tim SAR gabungan dan sejumlah instansi terkait.
BULELENG, PELANGIDEWATA– Operasi pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) Kapal Turmalin 384310, Rafles Tafa Kusuma (17), yang dilaporkan hilang di perairan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, akhirnya membuahkan hasil. Pada hari kedua pelaksanaan operasi SAR, Kamis (2/7/2026), korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sejak pagi, Tim SAR gabungan kembali melanjutkan penyisiran di lokasi kejadian dengan mengerahkan personel melalui jalur laut. Operasi pencarian dimulai sekitar pukul 08.05 Wita menggunakan satu unit rubber boat milik Basarnas.
Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan pencarian hari kedua difokuskan pada area yang telah dipetakan berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya.
“Pada pukul 08.05 Wita kita melakukan pencarian sorti pertama menggunakan rubber boat Basarnas,” jelas Kadek Donny Indrawan.
Saat proses penyisiran berlangsung, tim yang berada di laut menerima informasi dari seorang nelayan yang melihat sesosok tubuh mengapung di sekitar kawasan mangrove. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menuju titik yang dimaksud.
Setelah dilakukan pemeriksaan, korban ditemukan dalam posisi terlentang mengenakan kaus biru dan celana pendek berwarna biru. Lokasi penemuan berada sekitar lima meter di sebelah tenggara dari titik ditemukannya speedboat yang sebelumnya terdampar di pesisir.
Jenazah kemudian dievakuasi menuju daratan untuk dilakukan identifikasi oleh pihak keluarga. Setelah dipastikan identitasnya sebagai Rafles Tafa Kusuma, jenazah diberangkatkan ke RSUD Buleleng menggunakan ambulans PMI Buleleng pada pukul 10.23 Wita.
Sebelumnya, Rafles dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut di kawasan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 00.30 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Senin malam sekitar pukul 21.00 Wita korban meninggalkan Kapal Turmalin 384310 menggunakan speedboat berwarna oranye menuju pantai. Saat itu korban diketahui berada di bawah pengaruh alkohol.
Korban tidak kembali ke kapal hingga keesokan harinya. Warga kemudian menemukan speedboat yang digunakannya dalam kondisi terdampar di tepi pantai. Temuan tersebut menjadi dasar dilaksanakannya operasi pencarian oleh Tim SAR gabungan.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, TNI AL, Polairud Polres, Polairud Polda Bali, KPLP Pos Pengamatan, Polsek Gerokgak, BPBD Kabupaten Buleleng, Satpol PP Gerokgak, Babinsa Desa Pejarakan, Bhabinkamtibmas Gerokgak, Bhuana Bali Rescue, PMI Buleleng, serta keluarga dan rekan korban yang bersama-sama melakukan upaya pencarian hingga korban berhasil ditemukan.