Perda Widyalaya dinilai menjadi pijakan penting dalam memperkuat pendidikan yang selaras dengan budaya dan nilai-nilai keagamaan di Buleleng.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, SH, secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Widyalaya (MPLW) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar Yayasan Widyalaya Singaraja, Senin (14/7). Kegiatan yang mengusung tema “New Chapter, New Experience, New Journey” tersebut diikuti oleh peserta didik baru dari Pratama Widyalaya Saraswati Singaraja (TK), Adi Widyalaya Saraswati Singaraja (SD), dan Utama Widyalaya Kejuruan Pariwisata Saraswati Singaraja (SMK Pariwisata).
Dalam sambutannya, Wabup Gede Supriatna menegaskan bahwa hadirnya pendidikan Widyalaya di Kabupaten Buleleng menjadi langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai agama Hindu. Tahun ini, Perguruan Saraswati Singaraja tercatat sebagai lembaga pendidikan Widyalaya kedua yang berdiri di Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, pengembangan pendidikan berbasis Hindu di Buleleng tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama DPRD yang telah menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Widyalaya sebagai payung hukum penyelenggaraan pendidikan tersebut.
“Pemerintah daerah memiliki komitmen untuk menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan spiritual generasi muda. Kehadiran Widyalaya merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai Hindu tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman,” ujar Gede Supriatna.
Ia berharap MPLW dapat menjadi sarana awal bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus menanamkan semangat belajar dan rasa bangga terhadap budaya serta tradisi yang diwariskan leluhur.