Medan terjal dan cuaca kering menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian api di kawasan hutan lindung Desa Pemuteran.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), Satpol PP, pemerintah kecamatan dan desa, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), serta unsur terkait lainnya, bersinergi untuk mengendalikan kobaran api yang masih berlangsung, Sabtu (18/7/2026).
Sejak pagi hari, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama personel BPBD Provinsi Bali melakukan pendakian menuju titik kebakaran. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan terjal dan akses yang sulit dijangkau menyebabkan proses pemadaman tidak dapat dilakukan dengan kendaraan maupun armada pemadam berkapasitas besar.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, petugas membawa kantong air atau water bag serta memanfaatkan peralatan sederhana, termasuk dahan pohon, untuk memadamkan api secara manual. Strategi penanganan juga dilakukan dengan membagi personel ke dalam dua regu agar proses pemadaman dapat menjangkau beberapa titik sekaligus dan memperlambat penyebaran api.
Hingga pukul 15.00 Wita, kobaran api masih terlihat di sejumlah area hutan. Cuaca panas yang disertai angin kencang membuat api terus merambat ke vegetasi di sekitar lokasi kejadian. Meski menghadapi berbagai kendala, seluruh personel gabungan tetap bertahan di lapangan dengan mengutamakan faktor keselamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, menjelaskan bahwa penanganan kebakaran hutan kali ini membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak mengingat beratnya kondisi medan.
“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait. Medan yang curam dan sulit diakses membuat proses pemadaman hanya dapat dilakukan secara manual menggunakan water bag dan peralatan sederhana. Meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan, seluruh personel tetap berupaya maksimal untuk mengendalikan api dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas,” ujarnya.
Dharma Sudana menambahkan, hingga sore hari Tim Reaksi Cepat Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali masih berada di lokasi untuk melanjutkan proses pemadaman sekaligus memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Tim masih bersiaga dan melanjutkan penanganan di lokasi kebakaran. Perkembangan kondisi akan terus dipantau dan dilaporkan secara berkala sebagai bahan evaluasi penanganan selanjutnya,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan terbuka pada musim kemarau. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak kebakaran dan menjaga kelestarian lingkungan.