
Prosesi penurunan bendera di Lapangan Puputan Margarana berlangsung khidmat, diikuti jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah sebagai refleksi semangat nasionalisme dan penghormatan kepada jasa para pahlawan.
DENPASAR, PELANGIDEWATA-Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Bali ditutup dengan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, Senin (16/8).
Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta bertindak sebagai pembina upacara. Ia hadir didampingi Ny. Seniasih Giri Prasta dalam prosesi yang berlangsung tertib, lancar, dan penuh suasana kebangsaan.
Penghormatan terhadap Sang Merah Putih menjadi bagian utama dalam upacara tersebut. Prosesi penurunan bendera dilaksanakan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.
Komandan Paskibraka, Putu Gaga Pamungkas, memimpin jalannya pasukan dalam menjalankan tugas. Tiga anggota Paskibraka yang mendapat amanah menurunkan bendera masing-masing I Komang Agus Dava Santanu Putra dari SMK Pariwisata Triatmajaya Tabanan, I Komang Aris Setiawan dari SMA Negeri 1 Dawan Klungkung, serta I Gusti Ngurah Agung Avara Satrawan Wibisana dari SMA Negeri 3 Denpasar.
Sementara itu, tugas sebagai pembawa baki dipercayakan kepada Vadeline Angelia dari SMA Jembatan Budaya Badung. Seluruh rangkaian prosesi berlangsung lancar dan mendapat perhatian penuh dari peserta upacara.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Bali, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Kasdam yang mewakili Pangdam, Irdam, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali, Danlanud beserta ibu, Danlanal beserta ibu, perwakilan Kejaksaan Tinggi Bali, perwakilan Kepala BNNP, serta perwakilan Kabinda.
Usai prosesi penurunan bendera, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bali resmi berakhir. Momentum tersebut tidak hanya menjadi bagian dari agenda kenegaraan, tetapi juga mengandung pesan penting mengenai penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus terus dijaga melalui persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, nilai perjuangan para pendahulu bangsa perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja nyata dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.
“Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi daerah dan bangsa,” ujar Giri Prasta.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai inspirasi untuk terus belajar, berkarya, dan mengambil peran dalam pembangunan. Semangat nasionalisme, menurutnya, harus terus tumbuh seiring dengan perkembangan zaman.
Dengan diturunkannya Sang Merah Putih, Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bali menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian peringatan. Namun, semangat perjuangan dan nilai-nilai kebangsaan diharapkan tetap hidup dalam kehidupan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).