Karangasem — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian terus ditunjukkan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali. Ketua BKOW Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, bersama Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Lagosa, dan jajaran, turun langsung mengunjungi warga kurang mampu di Desa Seraya Timur, Karangasem, Jumat (21/8).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 BKOW. Dalam kegiatan itu, bantuan berupa paket sembako dan peralatan memasak disalurkan kepada 20 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan.
Ny. Seniasih mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di lapangan. Menurutnya, kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan harus dimulai dari lingkungan terdekat.
Ia mengajak seluruh anggota BKOW Provinsi Bali maupun GOW Kabupaten/Kota se-Bali untuk lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitarnya, terutama keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit.
“Kita jangan pernah menutup mata terhadap lingkungan terdekat kita, apalagi itu menyangkut nyawa, kesehatan dan kemampuan mereka untuk bertahan hidup. Mari sensitif terhadap mereka yang membutuhkan kehadiran dan uluran tangan kita,” ujar Ny. Seniasih.
Salah satu lokasi penerima bantuan menjadi perhatian khusus karena dihuni oleh tiga keluarga dengan total 12 orang. Rumah tersebut merupakan kediaman Ni Wayan Trantim, 78 tahun. Kondisi tempat tinggal yang terbatas membuat sejumlah anggota keluarga harus tinggal secara berhimpitan dalam ruang yang sangat sederhana.
Dalam kunjungan tersebut, turut ditemukan kondisi keluarga yang membutuhkan perhatian dari sisi kesehatan dan sosial. Salah satunya adalah I Putu Agus Budiana yang masih berusia 13 bulan dengan berat badan 7 kilogram. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian lebih lanjut terkait pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain itu, terdapat pula anggota keluarga yang mengalami persoalan kesehatan mental. Kondisi tersebut mendorong BKOW Bali untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali agar dapat diberikan penanganan yang sesuai.
Ny. Seniasih menyampaikan, khusus bagi dua anggota keluarga yang mengalami gangguan mental, pihaknya akan mengupayakan pendampingan melalui terapi komunikasi atau terapi bicara. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan dan memulihkan kemampuan berkomunikasi mereka karena masih menunjukkan respons yang cukup baik.
“Sebelum mereka kehilangan respon secara total, mari kita ajak mereka terapi dulu, agar sistem komunikasi mereka pulih dan aktif. Setelahnya, mari kita ajak mereka untuk beraktivitas dan melakukan kegiatan,” jelasnya.
Menurutnya, aktivitas dan interaksi sosial juga penting agar mereka tidak semakin terisolasi. Lingkungan yang mendukung diharapkan dapat membantu mengurangi rasa kesepian sekaligus mendorong mereka kembali berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
“Hal ini bertujuan agar mereka tidak jenuh dengan rasa kesepian tanpa komunikasi, sehingga mempengaruhi cara mereka bergaul dan lebih memilih menyendiri serta memendam rasa marah dalam dirinya sendiri,” imbuhnya.
Selain aspek kesehatan dan pendampingan sosial, BKOW Bali juga berupaya mencarikan solusi terhadap kondisi tempat tinggal keluarga tersebut. Ke depan, bantuan hunian yang lebih layak akan diupayakan melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) sehingga keluarga tidak lagi harus tinggal dan beristirahat dalam ruang yang sempit dan berhimpitan.
Ny. Seniasih menegaskan, persoalan sosial yang dihadapi masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat agar bantuan yang diberikan dapat benar-benar menjawab kebutuhan warga.
“Marilah kita bergotong royong hadir untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan perhatian dan kepedulian kita. Dengan bersama, kita akan merasa semua lebih mudah dan lebih ringan untuk dikerjakan,” tegasnya.
Melalui kunjungan tersebut, BKOW Bali berharap kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu semakin tumbuh di lingkungan sekitar. Tidak hanya melalui bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga melalui pendampingan kesehatan, sosial, serta upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga yang membutuhkan.