Menteri Rachmat Pambudy Serahkan Buku Solusi Presiden dan Rencana Kerja Pemerintah 2027
DENPASAR – Komitmen Gubernur Bali Wayan Koster dalam memperkenalkan sekaligus memperkuat keberadaan produk lokal Bali kembali ditunjukkan. Dalam kesempatan menerima kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI Rachmat Pambudy di Jayasabha, Denpasar, Kamis (10/9), Gubernur Koster secara khusus memperkenalkan kain tenun endek Bali sebagai salah satu produk unggulan daerah.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah Menteri Rachmat Pambudy menghadiri puncak Penganugerahan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) Tahun 2026 di Nusa Dua, Badung.
Dalam kesempatan itu, Menteri Rachmat Pambudy menyerahkan dua buku kepada Gubernur Koster, yakni buku berjudul “Solusi Presiden Prabowo Subianto terkait Pangan, Pendidikan, Energi & SDA hingga Digitalisasi” serta buku “Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027”.
Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari komunikasi dan pertukaran gagasan mengenai arah pembangunan nasional, sekaligus mempererat sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali.
Di sela pertemuan, Gubernur Koster yang selama ini dikenal aktif mendorong penggunaan dan pengembangan produk UMKM lokal Bali turut memperkenalkan kain tenun endek Bali kepada Menteri Bappenas.
Endek tidak hanya diperkenalkan sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan budaya sekaligus kekuatan ekonomi kreatif Bali. Dengan beragam motif yang terinspirasi dari alam, tradisi, dan budaya Bali, kain endek memiliki karakter khas yang menjadikannya bernilai seni tinggi dan memiliki daya saing.
Penggunaan endek pun terus berkembang. Kain tradisional Bali ini telah bertransformasi menjadi busana yang elegan dan relevan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pakaian kerja bagi pegawai pemerintah maupun swasta, hingga busana yang dikenakan dalam berbagai kegiatan resmi dan penyambutan tamu kehormatan dari dalam maupun luar negeri.
Bagi Gubernur Koster, pengembangan kain endek memiliki makna yang lebih luas. Pelestarian kain tradisional harus berjalan beriringan dengan penguatan industri kreatif, pemberdayaan perajin, serta perluasan pasar sehingga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat Bali.
Promosi endek kepada Menteri Bappenas juga menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan produk khas Bali di tingkat nasional. Dengan semakin luasnya penggunaan dan apresiasi terhadap endek, diharapkan keberadaan para perajin serta pelaku UMKM yang menggantungkan ekonominya pada produk kerajinan tradisional ini semakin kuat.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan Bali tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga pada penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, perajin, dan masyarakat, kain endek diharapkan terus berkembang sebagai identitas budaya Bali sekaligus produk ekonomi yang mampu menembus pasar yang lebih luas.