Dari Banjar Losan, Pesan Persaudaraan dan Toleransi Kembali Digaungkan untuk Jaga Harmoni Klungkung
KLUNGKUNG – Suasana penuh keakraban dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Maulid Akbar Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rahmatan Lil ‘Alamin II Tahun 2026 di Banjar Losan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Jumat malam (11/9).
Kegiatan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tidak sekadar menjadi momentum meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga menjadi ruang mempererat tali silaturahmi dan merawat semangat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Klungkung.
Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi terselenggaranya Maulid Akbar yang diinisiasi Majelis Dzikir dan Sholawat Rahmatan Lil ‘Alamin Bali. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki makna penting dalam membangun persaudaraan serta memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung, titiang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada umat Muslim yang terus menjaga dan merajut silaturahmi. Kerukunan antarumat beragama merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama dengan sebaik-baiknya,” ujar Wabup Tjok Surya.
Ia menegaskan, keberagaman bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika seluruh elemen masyarakat mampu saling menghormati, memahami, dan menjaga ruang hidup bersama.
Karena itu, Wabup Tjok Surya mengajak seluruh umat Muslim dan masyarakat Klungkung secara umum untuk terus menumbuhkan sikap toleransi. Semangat persaudaraan tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Klungkung yang aman, tenteram, harmonis, dan semakin maju.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Tjok Surya juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam memperkuat kerukunan melalui Gerakan Peduli Satria.
Program tersebut diwujudkan melalui pemberian insentif dan bantuan bagi rohaniawan lintas agama di Kabupaten Klungkung. Selain sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada para tokoh agama, program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan kehidupan antarumat beragama.
“Melalui Gerakan Peduli Satria ini, pemerintah ingin menunjukkan perhatian sekaligus memperkuat hubungan dengan para rohaniawan lintas agama. Semoga program ini dapat semakin mempererat tali persaudaraan dan menjaga kerukunan umat di Kabupaten Klungkung,” harapnya.
Maulid Akbar MDS Rahmatan Lil ‘Alamin II Tahun 2026 pun menjadi pengingat bahwa semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari—termasuk menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menghadirkan kedamaian bagi sesama.
Dari Banjar Losan, semangat tersebut kembali digaungkan: berbeda dalam keyakinan, tetap bersaudara dalam kehidupan dan bersama-sama menjaga harmoni Klungkung.
Salam Mahottama