Turnamen Mobile Legends di Bichito Coffee menjadi panggung kompetisi generasi muda sekaligus ruang pembinaan talenta e-sports

SINGARAJA , PELANGIDEWATA– Antusiasme generasi muda terhadap olahraga elektronik atau e-sports di Kabupaten Buleleng terlihat dalam E-Sports Tournament Piala Ketua DPRD Kabupaten Buleleng. Sebanyak 125 peserta yang tergabung dalam 25 tim ambil bagian dalam turnamen Mobile Legends yang berlangsung pada 26–27 September 2026 di Bichito Coffee Buleleng.
Kompetisi tersebut mempertemukan peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Pelajar SMP, SMA/SMK, mahasiswa hingga masyarakat umum ikut bersaing menunjukkan kemampuan masing-masing dalam permainan yang mengandalkan strategi dan kerja sama tim.
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya mengatakan, tingginya jumlah peserta menjadi gambaran bahwa e-sports memiliki peminat yang cukup besar di kalangan anak muda. Karena itu, menurutnya, kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan dengan konsep penyelenggaraan yang semakin baik.
“Minatnya luar biasa. Harapannya, ke depan kegiatan ini bisa kita kemas lebih baik dan sekaligus hadiahnya lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kompetisi e-sports memiliki nilai pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis bermain. Para pemain juga dituntut mampu membangun komunikasi dan kekompakan dalam tim, berkonsentrasi, mengambil respons secara cepat, serta menjalankan tanggung jawab masing-masing.
Aspek sportivitas juga menjadi bagian penting dalam kompetisi. Para peserta diharapkan mampu menerima hasil pertandingan secara dewasa, baik ketika meraih kemenangan maupun ketika harus mengakui keunggulan lawan.
Dalam penyelenggaraan kali ini, panitia memberikan total hadiah senilai Rp10 juta kepada para pemenang. Besarnya partisipasi peserta juga menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan turnamen pada pelaksanaan berikutnya.
Ngurah Arya mengatakan, ke depan cakupan peserta diharapkan dapat diperluas hingga ke tingkat desa. Ia mengakui bahwa pada penyelenggaraan perdana ini belum seluruh masyarakat yang berminat dapat mengikuti kompetisi karena adanya keterbatasan waktu.
“Ke depan sarana prasarana dan penyusunan kegiatan akan kita perbaiki. Tujuannya bagaimana kita mendidik anak-anak muda, bukan hanya di e-sports, tetapi di semua cabang olahraga agar bisa berprestasi,” katanya.
Lebih jauh, politisi asal Gerokgak tersebut menekankan bahwa keberadaan turnamen olahraga harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi perkembangan anak muda. E-sports, kata dia, tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi komersial, melainkan menjadi ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus mendorong lahirnya prestasi.
“Jangan pernah mengeksploitasi anak-anak muda dengan membungkus turnamen olahraga apa pun. Kita harus membawa anak muda ini betul-betul berkonsentrasi untuk olahraga dan memberikan prestasi untuk dirinya sendiri,” pungkasnya.