Gede Putra Jati Sanjaya dan Komang Krisnaditya Artha Nugraha turun pada nomor tunggal dan ganda dalam Liga Tenis Indonesia Seri 2.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Kesempatan berkompetisi di tingkat nasional kembali terbuka bagi atlet tenis muda Kabupaten Buleleng. Dua petenis binaan Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PELTI) Buleleng, Gede Putra Jati Sanjaya dan Komang Krisnaditya Artha Nugraha, mengikuti Liga Tenis Indonesia Seri 2 yang digelar di Jakarta pada 12–17 Oktober 2026.
Sanjaya yang kini berusia 18 tahun dan Krisnaditya yang berusia 15 tahun akan bertanding pada nomor tunggal serta ganda. Kejuaraan yang berlangsung di Lapangan Tenis Mabes Angkatan Udara tersebut menjadi ajang bagi keduanya untuk mengukur kemampuan sekaligus memperluas pengalaman menghadapi persaingan di level nasional.
Ketua Umum PELTI Buleleng, I Wayan Arya Wiguna, menyampaikan bahwa kesempatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendorong perkembangan atlet tenis daerah agar mampu bersaing di berbagai kejuaraan.
Ia berharap kedua petenis muda dapat memanfaatkan pertandingan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperlihatkan hasil dari proses latihan yang telah dijalani.
“Keikutsertaan mereka diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi,” kata Wiguna saat dikonfirmasi, Selasa (13/10).
Di balik persiapan menuju kejuaraan, kedua atlet tetap menjalankan aktivitas pendidikan. Sanjaya merupakan siswa SMA Negeri 4 Singaraja, sementara Krisnaditya menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.
Agar persiapan berjalan optimal, latihan dilaksanakan pada malam hari, yakni setiap Senin hingga Jumat pukul 19.00–21.00 Wita. Jadwal tersebut dirancang untuk mengakomodasi kegiatan sekolah sekaligus menjaga konsistensi latihan menjelang pertandingan.
Wiguna mengatakan, penyesuaian waktu menjadi salah satu cara agar atlet tetap dapat menjalankan kewajiban akademik tanpa mengurangi intensitas persiapan olahraga.
“Kami mengatur latihan pada malam hari supaya mereka tetap bisa mengikuti kegiatan sekolah. Dengan disiplin dan latihan yang konsisten, kami berharap keduanya siap menghadapi pertandingan,” ujarnya.
Selain menargetkan penampilan maksimal, PELTI Buleleng menaruh harapan agar kedua atlet dapat menjadikan kompetisi ini sebagai sarana pembelajaran. Bertemu dengan lawan dari berbagai daerah akan memberi kesempatan bagi mereka untuk mengevaluasi strategi, meningkatkan ketahanan mental, dan memperbaiki aspek permainan yang masih perlu dikembangkan.
Wiguna juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas selama kejuaraan berlangsung. Menurutnya, prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan, tetapi juga oleh kedisiplinan, sikap, dan semangat menghormati lawan.
PELTI Buleleng berharap kiprah kedua petenis muda tersebut dapat membawa dampak positif bagi perkembangan tenis lapangan di daerah. Pengalaman dari kompetisi nasional diharapkan menjadi pijakan untuk menghadapi kejuaraan berikutnya dan membuka peluang lahirnya prestasi baru bagi Buleleng.