KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali menghadirkan ruang bagi seniman dan generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga warisan budaya daerah melalui ajang AKSIKU 2026 (Atraksi Melestarikan Seni dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Klungkung). Kegiatan yang berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 ini secara resmi dibuka oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Selasa (20/10/2026) malam.
Mengusung tema “Banwa Prawertining Kalanguan” yang bermakna masyarakat menuju kebangkitan kesenian, AKSIKU 2026 menjadi wadah untuk menampilkan potensi seni tradisional sekaligus mendorong pengembangan kebudayaan di Kabupaten Klungkung.
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan seni dan budaya melalui semangat berkreasi serta berinovasi. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan dengan mempertahankan tradisi yang telah ada, tetapi juga perlu diiringi upaya pengembangan agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
“Tema Banwa Prawertining Kalanguan memiliki arti Masyarakat Menuju Kebangkitan Kesenian. Semangat dari kegiatan ini adalah agar kita terus berkreasi dan berinovasi, tidak berdiam diri demi mewujudkan eksistensi seni dan budaya yang ada di Kabupaten Klungkung,” ujar Bupati Satria.
Ia berharap AKSIKU dapat menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku seni, komunitas budaya, dan generasi muda untuk saling menunjukkan kemampuan, berbagi pengalaman, serta memperkuat kecintaan terhadap kesenian daerah.
Wujud Komitmen Pemajuan Kebudayaan
Dalam laporan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung yang dibacakan Sekretaris Dinas Kebudayaan, I Gusti Ngurah Made Suarba, disampaikan bahwa AKSIKU merupakan program inovasi yang selaras dengan misi ke-10 Pemerintah Kabupaten Klungkung serta visi pembangunan Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
“AKSIKU merupakan program inovasi dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung sebagai implementasi misi memajukan kebudayaan Bali melalui peningkatan perlindungan, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan nilai-nilai adat, agama, tradisi, seni, dan budaya krama Bali,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan anggaran yang memungkinkan kegiatan tersebut terlaksana. AKSIKU 2026 didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya Tahun Anggaran 2026.
“Penyelenggaraan AKSIKU tahun ini terlaksana berkat dukungan penuh anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik BOP Museum dan Taman Budaya Tahun Anggaran 2026. Ini merupakan wujud komitmen sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam memberikan ruang ekspresi yang konkret bagi pengembangan dan pelestarian seni di Kabupaten Klungkung,” jelasnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi para seniman dan kelompok seni untuk menampilkan karya sekaligus menjaga keberlanjutan kesenian tradisional di tengah masyarakat.
Empat Hari, Beragam Pertunjukan Seni Tradisional
Selama empat hari pelaksanaan, AKSIKU 2026 menghadirkan sejumlah perlombaan seni tradisional yang melibatkan kelompok seni dari berbagai kecamatan serta pelajar di Kabupaten Klungkung.
Pada Selasa (20/10/2026), rangkaian kegiatan diawali dengan lomba Gong Kebyar yang mempertemukan Sekaa Gong Kebyar Swara Giri Mekar dari Kecamatan Dawan dengan Sekaa Gong Arlingka dari Kecamatan Nusa Penida.
Pada Rabu (21/10/2026), panggung AKSIKU menampilkan persaingan Sekaa Gong Adhi Gurnitha Semara Linggarsa Pura dari Kecamatan Klungkung melawan Sekaa Gong Sanggar Seni Candra Murda Murti dari Kecamatan Banjarangkan.
Berikutnya, Kamis (22/10/2026), kegiatan diisi dengan lomba Bapang Barong dan Mekendang Tunggal antarkecamatan. Empat peserta yang dijadwalkan tampil yakni Sekaa Barong Semut dari Kecamatan Klungkung, Sekaa Barong Bapang Gunaksa dari Kecamatan Dawan, Komunitas Seni Bala Swari dari Kecamatan Banjarangkan, serta Sekaa Gong Gita Paraartha dari Kecamatan Nusa Penida.
Sementara itu, pada Jumat (23/10/2026), AKSIKU 2026 akan ditutup dengan lomba Balaganjur Kreasi Duduk tingkat SMP se-Kabupaten Klungkung. Sebanyak delapan sekolah dijadwalkan mengikuti kompetisi tersebut, yaitu SMPN 1 Semarapura, SMPN 2 Semarapura, SMPN 3 Semarapura, SMPN 4 Nusa Penida, SMPN 6 Nusa Penida, SMPN 1 Dawan, SMPN 2 Dawan, dan SMPN 2 Banjarangkan.
Keterlibatan kelompok seni dan pelajar tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang apresiasi sekaligus mendorong regenerasi pelaku seni tradisional di Klungkung.
Libatkan UMKM, Dorong Ekonomi Masyarakat
Tidak hanya berfokus pada pertunjukan dan kompetisi seni, AKSIKU 2026 juga bersinergi dengan KNPI Kabupaten Klungkung serta menghadirkan stan UMKM yang menyajikan beragam kuliner khas.
Kehadiran stan UMKM diharapkan dapat membuka peluang promosi dan pemasaran produk lokal, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat selama berlangsungnya kegiatan.
Melalui penyelenggaraan AKSIKU 2026, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap pelestarian seni dan budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas generasi muda serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semangat Banwa Prawertining Kalanguan diharapkan menjadi dorongan bersama untuk terus menghidupkan kesenian dan menjaga warisan budaya Klungkung agar tetap berkembang dari generasi ke generasi.
Salam Mahottama.