KLUNGKUNG – Sebanyak 80 penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Klungkung mengikuti kegiatan Tirta Yatra yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan spiritual dan kebersamaan masyarakat. Keberangkatan para peserta dilepas Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra bersama Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Gusti Agung Putra Mahajaya, di depan Kantor Bupati Klungkung, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta dijadwalkan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pura Ulun Danu Batur, Kabupaten Bangli.
Wakil Bupati yang akrab disapa Tjok Surya itu berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib serta menjaga keselamatan selama perjalanan hingga kembali ke rumah masing-masing.
Ia menyampaikan bahwa Tirta Yatra tidak hanya menjadi perjalanan untuk melaksanakan persembahyangan, tetapi juga momentum memohon keselamatan dan keharmonisan bagi seluruh alam beserta isinya.
“Kegiatan tirta yatra ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk nunas kerahyuan jagat (memohon keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan alam beserta isinya),” ujar Tjok Surya.
Ia berharap perjalanan suci tersebut dapat memberikan ketenangan batin bagi para peserta, memperkuat keimanan, serta membawa kesehatan dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Tjok Surya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen memberikan perhatian dan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan.
Melalui kegiatan Tirta Yatra ini, diharapkan para peserta dapat merasakan kebersamaan, mempererat tali persaudaraan, serta memperoleh pengalaman spiritual yang bermakna.
Pemerintah Kabupaten Klungkung juga berharap semangat inklusivitas terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga setiap warga, tanpa terkecuali, memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan daerah.
Salam Mahottama.