BULELENG, PELANGIDEWATA – Warga Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan di area sebelah selatan Pura Surelepang, Sabtu (10/5/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.
Saat ditemukan, kondisi bayi sudah dalam keadaan membusuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui seorang anak bernama Putu Mahendra Putra (12) yang sedang bermain layang-layang di sekitar area setra.
Ketika itu, Mahendra melihat seekor anjing tampak terus mengendus salah satu titik tanah di lokasi. Karena merasa curiga, ia kemudian mendekat dan mendapati jasad bayi perempuan dalam kondisi mengenaskan.
Temuan itu segera diinformasikan kepada warga sekitar hingga akhirnya diteruskan ke aparat kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sawan bersama Unit Identifikasi Polres Buleleng langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pemeriksaan awal, polisi menduga posisi jasad sempat berubah akibat gangguan hewan liar.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan awal, polisi mulai mengantongi petunjuk terkait identitas bayi tersebut.
Polisi kemudian mengarah pada dugaan penguburan bayi yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh seorang remaja perempuan yang masih berstatus pelajar.
“Dari hasil penyelidikan sementara, bayi tersebut diduga dikuburkan oleh seorang remaja yang masih di bawah umur. Saat ini kami masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk penyebab pasti kematian bayi,” ujar Iptu Yohana.
Sementara itu, Kapolsek Sawan AKP Kadek Robin Yohana menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, remaja perempuan berinisial LPM mengaku melahirkan bayi perempuan di kamar mandi rumahnya pada Jumat (9/5/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.
Namun, saat proses persalinan berlangsung, bayi disebut telah dalam kondisi meninggal dunia.
Setelah itu, jasad bayi diduga dibawa dan dikuburkan di area selatan Pura Surelepang pada malam harinya.
“Pengakuan sementara, bayi dilahirkan di rumah dan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah itu jasadnya dikuburkan pada malam harinya,” terang AKP Robin.
Dari hasil pendalaman, polisi juga mengetahui remaja perempuan tersebut memiliki kekasih berinisial KAP yang diduga sebagai ayah biologis bayi. Keduanya diketahui masih berstatus pelajar dan menempuh pendidikan di sekolah menengah atas yang sama.
Meski identitas keduanya telah diketahui, polisi belum melakukan penahanan karena masih berstatus anak di bawah umur. Penanganan kasus kini dilimpahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Buleleng.
“Kami mengedepankan proses pendampingan dan pemeriksaan sesuai ketentuan perlindungan anak. Untuk sementara kedua pihak masih dalam pemeriksaan intensif,” tambahnya.
Saat ini, jenazah bayi perempuan tersebut telah dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD Buleleng untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan guna memastikan penyebab kematian secara pasti.