TABANAN – Suasana berbeda terlihat di Pura Desa Adat Piling, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu (16/9/2026) malam. Usai melaksanakan persembahyangan, Gubernur Bali Wayan Koster tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia justru berbaur bersama krama adat, berbincang, bersalaman, hingga melayani ajakan swafoto dari warga.
Kehadiran orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Bali tersebut menjadi momen istimewa bagi masyarakat Desa Adat Piling. Senyum dan sapaan hangat mewarnai pertemuan Gubernur Koster dengan krama yang datang dari berbagai kalangan usia.
Mulai dari para lansia hingga sekaa truna-truni tampak antusias menyambut kedatangan Gubernur Koster. Sejumlah warga bahkan mengabadikan momen tersebut melalui foto bersama.
Bendesa Adat Piling, I Ketut Ardiana, mengaku bahagia karena Gubernur Bali berkenan hadir langsung ke tengah masyarakat untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan di desa adat tersebut.
“Titiang sareng krama Desa Adat Piling sangat bahagia Bapak Gubernur Bali bisa hadir langsung mendoakan upacara ring Panglemburan Agung Pucak Kedaton. Ini seperti mimpi Gubernur Bali bisa hadir, ternyata benar-benar Bapak Wayan Koster ke sini,” ungkapnya.
Kehadiran Gubernur Koster berlangsung serangkaian Upacara Mendem Pedagingan lan Aci Pelinggih Gedong Madu ring Panglemburan Agung Pucak Kedaton, yang digelar di Pura Desa Adat Piling pada Budha Umanis Perangbakat, 16 September 2026.
Bagi krama setempat, kunjungan tersebut bukan sekadar kehadiran seorang pejabat pemerintah. Pertemuan langsung di tengah suasana upacara keagamaan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat adat.
Dari Lansia hingga Generasi Muda Antusias
Kehangatan semakin terasa ketika Gubernur Koster menyempatkan diri berinteraksi dengan warga setelah persembahyangan. Tidak ada sekat antara pejabat dan masyarakat. Warga leluasa menyapa, berbincang, maupun meminta foto bersama.
Generasi muda juga tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Para anggota sekaa truna-truni turut mengabadikan momen bersama Gubernur Koster.
Sementara para lansia yang hadir juga tampak bahagia dapat bertemu secara langsung dengan Gubernur Bali di lingkungan pura desa mereka.
Momen sederhana tersebut menghadirkan suasana penuh kegembiraan. Senyum, sapaan, dan foto bersama menjadi bagian dari kenangan masyarakat Desa Adat Piling atas kunjungan Gubernur Koster.
Bagi krama, kedatangan Gubernur Bali di tengah pelaksanaan upacara sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap kehidupan adat dan keagamaan masyarakat Bali.
Kehangatan yang tercipta malam itu memperlihatkan bagaimana ruang-ruang adat dan keagamaan tidak hanya menjadi tempat menjalankan kewajiban spiritual, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan hubungan antarsesama krama.
Di Pura Desa Adat Piling malam itu, suasana persembahyangan pun berlanjut menjadi momen kebersamaan. Gubernur Koster dan krama adat berbaur tanpa sekat, menghadirkan kegembiraan yang sederhana namun berkesan.