Wabup Tjok Surya Soroti Pentingnya Regenerasi Atlet Sejak Bangku Sekolah
KLUNGKUNG – Semangat memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Kabupaten Klungkung diwujudkan melalui kompetisi pickleball yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan insan olahraga. Turnamen tersebut resmi dimulai setelah dibuka Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, di GOR Swecapura KONI Kabupaten Klungkung, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kabupaten Klungkung itu berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 September 2026.
Ketua Panitia, I Wayan Susila Darma, mengatakan turnamen tersebut mengangkat tema “Olahraga Membangun Kebersamaan, Menghapus Batasan Menuju Klungkung Mahottama.”
Menurutnya, kegiatan tidak hanya diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan pickleball kepada masyarakat sekaligus memperluas partisipasi olahraga di Klungkung.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi masyarakat, insan olahraga, tenaga pendidik, peserta didik, maupun komunitas untuk mengenal dan mengembangkan olahraga pickleball di Kabupaten Klungkung,” ujar Susila Darma.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan sejumlah kelompok dalam kompetisi. Turnamen tersebut mempertandingkan enam kategori, yakni OPD sebanyak 13 tim, Mix Umum 13 tim, IGORNAS dan Klub 21 tim, Pelajar SMA/SMK 6 tim, Pelajar SMP 17 tim, serta Pelajar SD 12 tim.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan bola pickleball secara simbolis oleh Wabup Tjok Surya.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan bahwa olahraga tidak sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran. Menurutnya, olahraga merupakan investasi jangka panjang karena dapat membentuk karakter, kedisiplinan, sekaligus menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan potensi generasi muda.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Regenerasi Atlet Jadi Perhatian
Di tengah berkembangnya olahraga pickleball di Klungkung, Tjok Surya memberikan perhatian terhadap komposisi peserta dari kalangan generasi muda. Ia melihat jumlah keterlibatan pelajar dalam turnamen masih perlu terus ditingkatkan.
Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah bagi pembina olahraga dan guru pendidikan jasmani untuk lebih aktif memperkenalkan cabang olahraga kepada siswa sejak usia dini.
“Pembinaan atlet harus dimulai dari tingkat SD, SMP, sampai SMA/SMK. Saya meminta para guru olahraga memberikan ruang yang maksimal bagi anak-anak yang memiliki potensi atlet,” tegas Tjok Surya.
Ia juga meminta dukungan sekolah terhadap siswa yang nantinya terpilih membela Kabupaten Klungkung dalam berbagai kejuaraan.
“Kalau ke depan ada anak didik yang mengikuti perlombaan mewakili Kabupaten Klungkung, saya berharap sekolah memberikan dispensasi. Jangan sampai kesempatan mereka untuk berprestasi terhambat karena persoalan kegiatan sekolah,” lanjutnya.
Menurut Wabup, pembinaan yang dilakukan secara berjenjang akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan regenerasi atlet. Tidak hanya untuk pickleball, tetapi juga bagi berbagai cabang olahraga lainnya di Kabupaten Klungkung.
Didorong Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Klungkung memberikan apresiasi kepada IGORNAS Kabupaten Klungkung atas penyelenggaraan turnamen tersebut. Kegiatan olahraga yang melibatkan OPD, komunitas, guru, klub, hingga pelajar dinilai dapat memperluas budaya olahraga di tengah masyarakat.
Pemkab Klungkung berharap turnamen serupa tidak berhenti sebagai kegiatan memperingati Haornas, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan kompetisi yang rutin, para atlet muda akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding.
Wabup Tjok Surya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, guru olahraga, klub, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.
Pada kesempatan itu, ia turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada IGORNAS Kabupaten Klungkung.
Melalui kegiatan tersebut, semangat Haornas 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi mampu mendorong masyarakat Klungkung semakin aktif berolahraga sekaligus memperkuat sistem pembinaan atlet dari tingkat paling dasar.