SINGARAJA, PELANGIDEWATA — Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Filsafat Hindu IAHN Mpu Kuturan menggelar kegiatan Karma Yoga di Panti Asuhan Udyana Wiguna Singaraja, Minggu (19/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 HIMA Prodi Filsafat Hindu dengan mengusung tema “Adhyasa: Melangkah dengan Keyakinan untuk Mewujudkan Harapan.”Kegiatan diawali dengan rangkaian seremonial yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Anak-anak panti bersama panitia mengikuti proses registrasi, dilanjutkan dengan pembagian snack sebagai bentuk penyambutan. Acara kemudian dibuka oleh pembawa acara (MC) yang memperkenalkan HIMA Prodi Filsafat Hindu serta memberikan gambaran mengenai dunia perkuliahan di lingkungan kampus.
Sambutan turut disampaikan oleh Ketua Program Studi Filsafat Hindu, Dr. I Made Gami Sandi Untara, serta perwakilan pengurus panti.

Dalam sambutannya, kedua pihak menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta harapan agar Karma Yoga mampu memberikan manfaat nyata, sekaligus menumbuhkan motivasi dan semangat belajar bagi anak-anak panti.
Memasuki inti kegiatan, peserta mengikuti sesi sharing session yang menghadirkan narasumber Putu Sinta Prathiwiningsih. Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema “Etika Bermedia Sosial: Bijak dalam Pikiran, Kata, dan Tindakan Digital.” Narasumber menekankan pentingnya kesadaran hidup di dua ruang sekaligus, yakni dunia nyata dan dunia digital, yang sama-sama memiliki dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip pause before you post, yakni berpikir sebelum bertindak di media sosial guna menghindari penyebaran informasi yang keliru. Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya menjaga etika komunikasi digital dengan menghindari ujaran kebencian, body shaming, serta komentar negatif yang tidak membangun.
Kesadaran akan jejak digital yang bersifat permanen juga menjadi perhatian utama dalam sesi ini. Lebih lanjut, etika bermedia sosial tersebut dikaitkan dengan ajaran Tri Kaya Parisudha yang meliputi manacika (berpikir baik), wacika (berkata baik), dan kayika (berbuat baik).
Konsep ini menjadi landasan penting dalam membangun karakter bijak, baik di dunia nyata maupun digital.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan anak-anak panti. Dalam suasana santai namun edukatif, peserta aktif bertanya, berbagi pengalaman, serta menyampaikan pandangan mereka terkait penggunaan media sosial.
Untuk menciptakan suasana yang lebih menyenangkan, panitia juga menggelar berbagai permainan yang melibatkan seluruh peserta.
Kegiatan ini tidak hanya membangun keakraban, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antara mahasiswa dan anak-anak panti. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung, baik dalam sesi diskusi maupun permainan. Secara keseluruhan, kegiatan Karma Yoga ini berlangsung lancar dan penuh antusiasme.
Selain menjadi sarana edukasi mengenai etika bermedia sosial, kegiatan ini juga mencerminkan implementasi nyata nilai-nilai kepedulian sosial dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, HIMA Prodi Filsafat Hindu diharapkan terus mampu menghadirkan kontribusi positif, tidak hanya di lingkungan akademik, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.