Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat melepas keberangkatan Jemaah Haji Kabupaten Buleleng Tahun 1447 Hijriah di Masjid Agung Jami’ Singaraja, Jumat (8/5/2026).
BULELENG, PELANGIDEWATA – Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya dalam memastikan jemaah haji asal Buleleng dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, sehat, dan lancar selama berada di Tanah Suci.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pelayanan, pendampingan, serta pemantauan kondisi kesehatan jemaah sejak sebelum keberangkatan.
Hal itu disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat melepas keberangkatan Jemaah Haji Kabupaten Buleleng Tahun 1447 Hijriah di Masjid Agung Jami’ Singaraja, Jumat (8/5/2026).
Usai kegiatan pelepasan, Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah, terutama mengingat jumlah calon haji asal Buleleng yang terus bertambah setiap tahun.
Menurutnya, kebutuhan petugas pendamping menjadi semakin penting, khususnya untuk membantu jemaah lanjut usia dan mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kami memiliki komitmen menambah petugas haji daerah karena jumlah jemaah terus meningkat. Tahun lalu satu petugas mendampingi sekitar 80 jemaah dan itu sangat kewalahan,” jelas Bupati Sutjidra.
Pada musim haji tahun ini, sebanyak 108 jemaah bersama satu orang pemandu haji daerah diberangkatkan menuju embarkasi Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah.
Dalam kesempatan itu, Sutjidra mengingatkan bahwa kesempatan berhaji merupakan anugerah yang patut disyukuri serta dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan anggaran untuk penambahan petugas haji daerah. Namun, proses seleksi tetap dilakukan secara ketat agar petugas yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas dan kompetensi dalam memberikan pelayanan maksimal.
Selain aspek pendampingan, Pemkab Buleleng juga memberi perhatian serius terhadap kesehatan jemaah.
Menurut Sutjidra, keberangkatan jemaah tertua yang berusia 86 tahun menunjukkan adanya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus kesiapan fisik jemaah dalam menunaikan ibadah.
“Ada sekitar 16 jemaah yang memerlukan bantuan dan perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah haji. Untuk itu, pendampingan terus kami koordinasikan bersama petugas dan pihak terkait,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Sutjidra berpesan kepada seluruh jemaah agar menjaga perilaku selama menjalankan ibadah serta menjadi representasi yang baik bagi Buleleng dan Indonesia.
“Kami berpesan agar seluruh jemaah menjaga nama baik daerah dan bangsa Indonesia dengan menunjukkan sikap santun, disiplin, serta saling tolong-menolong selama berada di Tanah Suci,” imbuhnya.