KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi transportasi laut, khususnya di wilayah Kepulauan Nusa Penida. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Penjajakan kolaborasi itu dibahas dalam audiensi dan kunjungan kerja ITS Surabaya bersama Pemerintah Kabupaten Klungkung yang berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Sabtu (19/9). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi, riset, serta inovasi yang dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan daerah.
Dalam kesempatan itu, ITS Surabaya menyerahkan hibah perangkat teknologi kelautan berupa transmitter Automatic Identification System (AISITS) kepada dua armada kapal penyeberangan, yakni Gangga Express dan PT Angkal Bali Perkasa. Pemkab Klungkung juga menerima hibah iStow (Stowage Planning Software) yang merupakan perangkat lunak hasil inovasi Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya.
Bupati Klungkung, I Made Satria, mengatakan konektivitas laut memiliki peranan penting bagi masyarakat Nusa Penida. Transportasi laut tidak hanya menunjang mobilitas warga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam distribusi logistik, aktivitas pariwisata, serta pergerakan ekonomi masyarakat.
Karena itu, menurutnya, diperlukan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas sektor agar sistem transportasi laut di wilayah Klungkung dapat semakin aman dan efektif.
“Pemerintah Kabupaten Klungkung tidak bisa berjalan sendiri dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha dan para pemangku kepentingan sangat diperlukan. Kami berharap kerja sama dengan ITS tidak berhenti pada kegiatan ini, tetapi dapat berkembang dalam bidang riset, inovasi maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Bupati I Made Satria.
Bupati juga meminta perangkat daerah terkait agar memastikan teknologi yang telah diterima dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, OPD diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai program prioritas yang memiliki potensi untuk dikembangkan bersama ITS Surabaya.
Sementara itu, Rektor ITS Surabaya, Prof. Bambang Pramujati, menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk membangun kolaborasi dengan Pemkab Klungkung. Ia menjelaskan, pemasangan perangkat AISITS pada kapal penyeberangan yang melayani jalur Desa Kusamba dan Nusa Penida diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memperoleh gambaran pergerakan kapal di wilayah perairan tersebut.
Menurutnya, AISITS memungkinkan informasi mengenai posisi dan identitas kapal dipantau secara real-time. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengawasan lalu lintas pelayaran, mengurangi potensi terjadinya tubrukan, sekaligus membantu proses pencarian dan pertolongan apabila terjadi keadaan darurat.
Sementara itu, iStow memiliki fungsi berbeda, yakni membantu proses perencanaan dan pengaturan muatan kapal. Dengan perencanaan tata letak muatan yang lebih terukur, keseimbangan serta stabilitas kapal sebelum berlayar dapat diperhatikan dengan lebih baik.
Pemanfaatan kedua teknologi tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek keselamatan pelayaran, tetapi juga mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan laut. Sistem pemantauan kapal yang lebih baik dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan pelayaran, termasuk tubrukan maupun kapal kandas yang berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem laut dan pencemaran.
Kegiatan audiensi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah teknologi serta pertukaran cinderamata antara Pemerintah Kabupaten Klungkung dan ITS Surabaya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Anak Agung Putra Wedana, jajaran kepala OPD Pemkab Klungkung, pimpinan dan akademisi Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya, perwakilan manajemen CV Gangga Express dan PT Angkal Bali Perkasa, serta sejumlah instansi terkait.