Kader Didorong Aktif Mengenali dan Menjembatani Persoalan Masyarakat
BANGLI – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Membina dan Berbagi” di dua lokasi di Kabupaten Bangli, Selasa (2/9). Kegiatan menyasar 50 kader dari enam Posyandu di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, serta 54 kader dari lima Posyandu di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli.
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan bantuan kepada setiap kader berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu. Bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi kader sekaligus diharapkan menambah semangat dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster mengingatkan bahwa cakupan Posyandu kini telah diperluas menjadi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Untuk memudahkan kader mengingatnya, keenam bidang tersebut disingkat P3K ST.
Perluasan tersebut mendorong kader untuk lebih peka terhadap persoalan masyarakat di lingkungannya. Kader dapat membantu menghubungkan warga dengan pemerintah desa maupun layanan terkait.
“Misalnya ada warga yang kesulitan dalam melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ujar Ny. Putri Koster.
Ia juga menyampaikan bahwa warga yang memenuhi persyaratan dapat diarahkan mengikuti program pendidikan tinggi Pemprov Bali 1 Keluarga 1 Sarjana. Persoalan sosial dan ketertiban di lingkungan masyarakat juga dapat dicatat dan dikoordinasikan melalui jalur yang tersedia.
Bangli Miliki 370 Posyandu
Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta mengapresiasi pelaksanaan aksi “Membina dan Berbagi”. Saat ini, Kabupaten Bangli memiliki 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan.
Menurutnya, sosialisasi mengenai transformasi Posyandu perlu terus dilakukan agar kader memahami perluasan tugas yang tidak lagi terbatas pada bidang kesehatan. Ia bersama jajaran menyatakan siap mendukung penguatan Posyandu di Kabupaten Bangli.
Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali Putu Anom Agustina menekankan pentingnya pemahaman kader terhadap tugas barunya. Transformasi Posyandu, menurutnya, bertujuan mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Mari jadikan Posyandu menjadi pelayanan dasar terpadu, responsif dan berbasis data,” ujarnya.
Anom menegaskan, kader bukan bertugas sebagai eksekutor, melainkan melakukan pencatatan dan pendataan persoalan masyarakat terkait enam SPM. Data tersebut kemudian disampaikan kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada perbekel dan jenjang pemerintahan terkait.
Dengan demikian, Posyandu diharapkan menjadi penghubung yang efektif antara kebutuhan masyarakat dan layanan pemerintah.