SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Bencana tanah longsor melanda wilayah Tempekan Yeh Muncrat, Banjar Dinas Parerenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

Perbekel Desa Gitgit, Putu Arcana, mengungkapkan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama. Air yang meresap ke dalam tanah di kawasan perbukitan membuat struktur tanah menjadi labil hingga akhirnya tidak mampu menahan beban air.
Ia menyebutkan, kondisi tersebut menyebabkan tanah bergerak dan menimbulkan longsor yang berdampak pada lingkungan sekitar.
Material longsor turut menyeret sejumlah bangunan seperti pelinggih dan bale sekepat, serta merusak tanaman produktif milik warga. Selain itu, sumber air bersih masyarakat setempat juga ikut terdampak akibat kejadian ini.
Sebanyak 27 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak, terutama karena akses jalan utama tertutup oleh timbunan material tanah. Akibatnya, aktivitas warga menjadi terhambat, termasuk kegiatan belajar anak-anak yang sementara waktu tidak dapat berjalan normal.
Saat ini, penanganan difokuskan pada upaya membuka akses jalan yang tertutup. Proses pembersihan masih dilakukan secara manual karena alat berat belum bisa menjangkau lokasi kejadian.
Pemerintah desa bersama warga terus berupaya melakukan penanganan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Muspika kecamatan, relawan, hingga perangkat desa.
Laporan terkait bencana ini telah disampaikan kepada instansi terkait sejak hari kejadian. Namun, penanganan sempat mengalami kendala karena kondisi gelap serta potensi longsor susulan yang membahayakan petugas.
Hingga kini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung secara bertahap guna memulihkan akses dan aktivitas masyarakat setempat.