SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Dua atlet panjat tebing asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Keduanya berhasil meraih medali emas pada ajang Asian Beach Games Sanya 2026 di China, sekaligus mengharumkan nama Indonesia melalui nomor speed relay putri.
Dalam laga final, Desak Made yang tampil sebagai pemanjat pertama menghadapi atlet Korea Selatan, Jeong Jimin. Pada momen tersebut, lawan mengalami kesalahan di lintasan sehingga memberi peluang bagi Indonesia. Kesempatan tersebut dimaksimalkan dengan baik oleh Kadek Adi Asih yang tampil sebagai pemanjat kedua dan memastikan kemenangan usai mengungguli Sung Hanareum.
Duet atlet Buleleng ini mencatat waktu 13,76 detik, jauh lebih cepat dibandingkan Korea Selatan yang membukukan waktu 16,50 detik. Tak hanya meraih emas, keduanya juga mencetak rekor dunia dan Asia dengan catatan waktu 13,174 detik pada babak semifinal saat menghadapi tuan rumah China.
Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di Buleleng berjalan dengan baik dan mampu bersaing di tingkat global.
“Capaian ini menjadi kebanggaan bagi Buleleng dan Indonesia. Atlet kita mampu menunjukkan kualitasnya di ajang internasional,” ujarnya, Kamis (30/4).
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelatih serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembinaan atlet. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga.
Lebih lanjut, KONI Buleleng mendorong adanya dukungan sarana dan prasarana panjat tebing guna menunjang pembinaan ke depan. Supriatna mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembangunan fasilitas panjat tebing sejak tahun 2023 kepada pemerintah pusat.
Usulan tersebut mencakup pembangunan dinding panjat serta fasilitas pendukung lainnya dengan nilai sekitar Rp7 miliar yang diajukan melalui Kemenpora dan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pusat. Namun hingga kini, bantuan yang terealisasi baru berupa peralatan pendukung seperti harness, helm, carabiner, dan perlengkapan teknis lainnya.
“Kami berharap dengan prestasi ini, dukungan sarpras bisa segera terealisasi demi menunjang pembinaan atlet ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Ia menyatakan kebanggaannya terhadap atlet Buleleng yang mampu mengangkat nama daerah di level internasional.
“Ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi para atlet. Pemerintah daerah tentu sangat bangga atas prestasi ini,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Buleleng akan memberikan perhatian serta penghargaan kepada atlet berprestasi, sekaligus memperkuat pembinaan olahraga melalui sinergi bersama KONI.
“Ke depan, kami akan terus mendukung pembinaan olahraga agar semakin banyak prestasi yang bisa diraih,” pungkasnya.