SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Aksi pencurian kembali menyasar tempat suci di wilayah Kabupaten Buleleng. Kali ini, Pura Dalem Kalang Anyar yang berada di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, menjadi sasaran pelaku. Sejumlah perangkat gamelan sakral dilaporkan hilang pada Kamis (30/4) sore.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh salah satu pengempon pura, Gede Indra, sekitar pukul 18.00 WITA. Saat itu, ia melintas di sekitar area pura dan mendapati pintu dalam kondisi terbuka, yang langsung menimbulkan kecurigaan. Ketika dicek lebih dekat, rolling door pada tempat penyimpanan gamelan juga ditemukan dalam keadaan terbuka.
Setelah dilakukan pemeriksaan, sejumlah perangkat gamelan yang sebelumnya tersimpan di dalamnya ternyata sudah tidak ada.“Awalnya saya lewat mau ke warung, sekitar 50 meter dari pura. Waktu kembali, saya lihat sudah terbuka. Pas dicek, besi-besi gamelan sudah hilang,” ungkapnya.
Dari hasil pendataan sementara, tercatat sebanyak 39 bilah gong hilang. Selain itu, lima pasang cengceng juga ikut dibawa kabur oleh pelaku. Perangkat gamelan yang dicuri diketahui merupakan bagian lama yang memiliki nilai sakral serta nilai historis bagi masyarakat setempat.
Gede Indra menjelaskan, barungan gong di pura tersebut awalnya merupakan peninggalan lama yang belum lengkap, sebelum kemudian mendapat bantuan hingga menjadi satu set utuh. Namun, bagian yang hilang justru merupakan perangkat lama yang telah ada sejak awal.
Kejadian ini disebut sebagai yang pertama kali terjadi di Pura Dalem setempat. Setelah mengetahui peristiwa tersebut, pihak pengempon segera berkoordinasi dengan krama desa dan melaporkannya kepada aparat desa.
Krama Desa Panji Anom yang berjumlah sekitar 250 orang dari dua dadia kini meningkatkan kewaspadaan. Diketahui, perangkat gamelan tersebut biasanya hanya digunakan saat piodalan yang digelar setiap enam bulan sekali.
Perbekel Desa Panji Anom, Nyoman Mustanda, menyampaikan bahwa pihak desa bersama masyarakat akan memperkuat sistem keamanan di area pura untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami berencana memasang CCTV sebagai langkah antisipasi, sekaligus membantu proses penyelidikan,” jelasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus pencurian tersebut.