Tampil sebagai juara nomor single stroke senior, Danang Rizky Deyanto Putra disebut berpeluang memperkuat Indonesia pada ajang internasional hingga SEA Games 2027 di Malaysia.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet woodball Kabupaten Buleleng. Danang Rizky Deyanto Putra (20) berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026 dan kini diproyeksikan sebagai salah satu atlet potensial untuk memperkuat Indonesia pada ajang internasional, termasuk SEA Games mendatang.
Kejuaraan yang berlangsung di Jawa Timur pada 14–17 Mei 2026 itu diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Atlet asal Singaraja tersebut tampil konsisten dan sukses meraih juara pertama pada nomor single stroke kategori senior.
Ketua Pengkab Indonesia Woodball Association (IWbA) Kabupaten Buleleng, SM Fernanda Iragraha, saat dikonfirmasi Selasa (19/5), menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti pembinaan atlet woodball di Buleleng berjalan secara berkelanjutan dan menunjukkan hasil positif.
Menurutnya, persaingan pada Jatim Open 2026 berlangsung sangat ketat. Atlet-atlet dari provinsi seperti Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi lawan tangguh dalam perebutan gelar juara.
Meski menghadapi persaingan yang sengit, Danang mampu menjaga performa hingga akhirnya sukses mempersembahkan medali emas untuk Kabupaten Buleleng. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet woodball lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Fernanda menilai Danang sebagai salah satu atlet potensial yang layak dipersiapkan untuk memperkuat Indonesia pada ajang SEA Games.
“Danang merupakan calon atlet yang layak mewakili Indonesia dalam cabang olahraga woodball di SEA Games nanti,” jelasnya.
Selain Danang, IWbA Buleleng juga membina sejumlah atlet potensial lainnya. Di sektor putra terdapat Gede Mapet, Gusti Mulyadi, dan Dewa Wahyudinata. Sementara di sektor putri, atlet yang dipersiapkan antara lain Tahlia Saraswati, Oky Septiani, Syava Fitria, dan Puspa Dewi.
Fernanda menjelaskan bahwa pembinaan Danang telah dimulai sejak duduk di bangku kelas V sekolah dasar. Selama kurang lebih 10 tahun menekuni olahraga woodball, perkembangan Danang dinilai sangat signifikan hingga mampu bersaing dan berprestasi di level nasional.
“Pembinaan Danang sudah dimulai sejak kelas V SD. Jadi kurang lebih sudah 10 tahun menekuni olahraga woodball. Hasilnya kini mulai terlihat melalui berbagai prestasi yang berhasil diraih,” katanya.
Ke depan, IWbA Buleleng telah menyiapkan sejumlah agenda penting bagi Danang dan atlet-atlet potensial lainnya. Pada tahun 2026, mereka ditargetkan mengikuti berbagai kejuaraan nasional maupun internasional sebagai bagian dari proses pembinaan menuju level yang lebih tinggi.
Agenda terdekat yang akan diikuti adalah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball di Jakarta pada 6–10 Juli 2026 serta 8th Indonesia International Woodball Championship pada 17–23 Agustus 2026.
“Target kami tentu bagaimana atlet-atlet Buleleng bisa masuk tim nasional dan mempersembahkan medali di berbagai event internasional. Harapan kami, SDM atlet woodball Buleleng dapat terus berkontribusi untuk Buleleng, Bali, dan Indonesia hingga nantinya kembali ada atlet yang memperkuat Indonesia pada SEA Games ke-34 di Malaysia tahun 2027,” tandasnya.