Festival berlangsung selama lima hari dengan dua panggung utama, melibatkan ratusan pelaku seni, puluhan komunitas dan UMKM untuk memperkuat daya saing Bali Utara.
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi membuka Lovina Festival 2026 di kawasan Pantai Lovina, Jumat (24/7), dengan menghadirkan konsep yang lebih luas melalui kolaborasi lintas daerah, pemberdayaan komunitas, serta penguatan pengelolaan pariwisata berbasis data. Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan cengceng oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra.
Mengusung tema “Theatre of Dolphins”, Lovina Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga diarahkan sebagai instrumen promosi pariwisata berkelanjutan yang memperkuat posisi Bali Utara di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Bupati I Nyoman Sutjidra menegaskan keberhasilan penyelenggaraan festival tidak terlepas dari sinergi seluruh pelaku pariwisata dan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata di kawasan Lovina untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari para pelaku pariwisata, baik pengelola hotel, restoran, pemandu wisata, hingga pelaku usaha lainnya, pelaksanaan Lovina Festival 2026 tidak akan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Sutjidra.
Menurutnya, tahun ini Pemerintah Kabupaten Buleleng membangun kolaborasi yang lebih luas dengan Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-Bali serta Kabupaten Banyuwangi. Sinergi tersebut bertujuan memperkuat promosi destinasi sekaligus membangun konektivitas pariwisata antardaerah.
“Kolaborasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan Lovina atau Buleleng semata, tetapi juga untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata yang utuh, beragam, dan saling terhubung. Ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tegasnya.
Selain itu, festival juga mengedepankan pendekatan inklusif dengan melibatkan komunitas pelari, fotografer, pelaku tradisi sampi gerumbungan, sanggar seni, musisi, serta pelaku ekonomi kreatif. Untuk pertama kalinya, pemerintah juga melakukan pendataan pengunjung berdasarkan kategori UMKM sebagai dasar penyusunan kebijakan pariwisata yang lebih terukur.
Sementara itu, Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, mengatakan tema “Theatre of Dolphins” dipilih untuk menggambarkan Lovina sebagai panggung alam yang memadukan keindahan laut, lumba-lumba, seni, budaya, dan kehidupan masyarakat pesisir.
“Tema ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia yang menghadirkan pengalaman wisata yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan,” jelas Reika.
Ia menjelaskan, untuk pertama kalinya festival dibagi menjadi dua kawasan. Panggung Tasikmadu berlangsung pada 24–26 Juli 2026 dengan sasaran wisatawan mancanegara, sedangkan kawasan Binaria digelar pada 26–28 Juli 2026 untuk wisatawan domestik.
Durasi festival yang diperpanjang menjadi lima hari ditargetkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan. Tahun ini panitia membidik 25.000 kunjungan dengan melibatkan lebih dari 250 pengisi acara, 82 pelaku UMKM, dan 44 komunitas dari berbagai bidang.
Pendanaan festival berasal dari APBD Kabupaten Buleleng, dukungan sponsor pelaku industri pariwisata, serta Kementerian Pariwisata melalui program Karisma Event Nusantara (KEN).
Mengacu pada capaian tahun lalu yang mencatat lebih dari 20 ribu pengunjung dengan transaksi ekonomi melampaui Rp600 juta dan tingkat hunian hotel rata-rata 82 persen, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis Lovina Festival 2026 mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar sekaligus memperkuat citra Bali Utara sebagai destinasi unggulan.