Capaian Peserta Tembus 21 Persen, Bupati Sutjidra Tegaskan Hasil Skrining Menjadi Dasar Penentuan Prioritas Layanan Kesehatan
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai salah satu upaya memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Memasuki tahun kedua pelaksanaan, program ini telah mencatat capaian sebesar 21 persen dari target 40 persen yang ditetapkan untuk tahun 2026. Jumat (7/8)
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan bahwa target peserta pada tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itu, pemerintah daerah terus memperluas jangkauan pelayanan melalui sistem jemput bola sehingga masyarakat di berbagai wilayah dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
“Pelaksanaan CKG tahun ini memiliki sasaran yang lebih luas. Karena itu kami terus mengoptimalkan pelayanan hingga ke masyarakat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” kata Sutjidra, Jumat (7/8).
Ia menjelaskan, Program CKG memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar memberikan layanan pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan setiap peserta akan dihimpun menjadi data yang mampu menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun arah kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Buleleng. Pemerintah dapat mengetahui jenis penyakit yang paling dominan sehingga program penanganan maupun pencegahan dapat dirancang sesuai kebutuhan masyarakat.
“Data hasil pemeriksaan akan menjadi acuan kami dalam menentukan langkah berikutnya. Jika suatu wilayah memiliki kasus penyakit tertentu yang cukup tinggi, maka program kesehatan di daerah tersebut akan diarahkan untuk mengatasi persoalan itu sehingga penanganannya lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Selain menjadi dasar perencanaan, hasil CKG juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran di sektor kesehatan. Dengan pendekatan berbasis data, pemerintah dapat memprioritaskan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Sutjidra menambahkan, pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif atau pengobatan, tetapi juga harus memperkuat aspek promotif dan preventif. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dinilai menjadi investasi terbaik dalam menciptakan masyarakat yang sehat.
“Kami ingin masyarakat memiliki kesadaran untuk rutin memeriksakan kesehatannya dan menerapkan pola hidup sehat. Prinsipnya tetap sama, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis yang telah disediakan pemerintah. Semakin banyak warga yang mengikuti pemeriksaan, semakin lengkap pula data yang dimiliki pemerintah untuk merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan optimalisasi Program CKG, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap pelayanan kesehatan ke depan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Program-program kesehatan yang disusun pun diharapkan mampu menekan angka penyakit, meningkatkan kualitas hidup warga, serta mewujudkan masyarakat Buleleng yang lebih sehat dan produktif.