Dari semangat kebersamaan bersama Paskibraka, Giri Prasta mengajak generasi muda Bali menjaga persatuan, mengembangkan potensi diri, dan berkontribusi mewujudkan Bali menuju generasi emas.
DENPASAR, PELANGIDEWATA – Sejenak setelah menjalankan tugas kenegaraan dengan penuh disiplin di momen sakral peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, para anggota Paskibraka Provinsi Bali menikmati suasana yang jauh lebih santai. Senin (17/8) malam, Gedung Wanita Narigraha, Renon, Denpasar, menjadi ruang perjumpaan antara para putra-putri terbaik Bali, para pelatih, orang tua dan jajaran Pemerintah Provinsi Bali.
Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, hadir menyaksikan siaran langsung prosesi penurunan Bendera Sang Merah Putih dari Istana Merdeka, Jakarta, sekaligus mengikuti ramah tamah bersama anggota Paskibraka Provinsi Bali.
Di balik suasana santai tersebut, Giri Prasta membawa pesan yang jauh lebih besar: tugas sebagai Paskibraka bukan sekadar tentang barisan, ketepatan gerakan dan keberhasilan menjalankan upacara. Lebih dari itu, kedisiplinan, nasionalisme dan pengalaman yang mereka peroleh menjadi modal untuk menapaki perjalanan panjang sebagai generasi penerus Bali dan Indonesia.
Giri Prasta menyampaikan apresiasi kepada para anggota Paskibraka, pelatih, purna Paskibraka, guru serta orang tua yang telah menjadi bagian dari proses panjang hingga mereka mampu menjalankan tugas dengan baik.
Ia mengaku sempat merasa khawatir saat menyaksikan prosesi penurunan bendera pada sore hari. Namun kekhawatiran itu segera berubah menjadi rasa bangga ketika melihat para anggota Paskibraka tampil kompak, penuh stamina dan konsentrasi hingga prosesi berjalan dengan sangat baik dan kembali mendapat aplaus dari para hadirin.
“Di situ kita merasa terharu, seolah-olah dibawa kembali, flashback ke tahun 1945. Seolah-olah kalianlah Paskibraka yang menghantarkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujar Giri Prasta.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lahir secara kebetulan. Ada latihan panjang, kerja keras, kedisiplinan, dukungan keluarga serta dedikasi para pelatih di balik penampilan mereka.
Pernah Bercita-cita Jadi Paskibraka
Ada cerita personal yang turut dibagikan Giri Prasta kepada para Paskibraka. Ia mengaku sejak SMP hingga SMA pernah memiliki cita-cita menjadi anggota Paskibraka. Bahkan, ia sempat belajar bela diri agar memiliki langkah yang lebih tegap dan penampilan yang lebih baik.
Namun cita-cita tersebut tidak terwujud karena, menurutnya, teman-temannya saat itu memiliki kemampuan yang lebih baik.
Kini, bertahun-tahun kemudian, ia justru berdiri di hadapan generasi muda yang berhasil mewujudkan sesuatu yang dahulu menjadi impiannya.
Karena itu, melihat para Paskibraka Bali mampu menunaikan tugas dengan baik menjadi kebanggaan tersendiri baginya.
“Dengan semangat, disiplin dan ketekunan yang kalian miliki hari ini, perjalanan kalian masih panjang. Tetap semangat, terus belajar dan jangan pernah menyerah. Apa pun yang kalian cita-citakan, kejarlah dengan sungguh-sungguh. Dunia ada di tangan kalian,” pesannya.
Menyiapkan Generasi Penerus Bali
Giri Prasta menyampaikan bahwa perjuangan para Paskibraka tidak berhenti setelah selesainya rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan. Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan perhatian kepada mereka, termasuk dalam kesempatan melanjutkan pendidikan, memperoleh beasiswa maupun mengembangkan karier.
Para anggota Paskibraka yang terpilih dalam formasi 8, 17 dan 45, menurutnya, merupakan bagian dari generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet pembangunan Bali.
Ia menegaskan, kedisiplinan dan nasionalisme yang telah ditempa selama masa pelatihan harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut dinilai penting dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Giri Prasta juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, guru, purna Paskibraka dan terutama orang tua yang telah memberikan dukungan selama proses pembentukan para anggota Paskibraka.
Pembangunan Bali untuk Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta juga menyampaikan gambaran umum mengenai arah pembangunan Bali ke depan.
Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, akan terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, hunian layak dan peningkatan kesejahteraan.
Pemerintah juga terus mempersiapkan berbagai langkah untuk menangani persoalan strategis Bali, mulai dari pengelolaan sampah, kemacetan hingga pengembangan pariwisata yang berkelanjutan serta penguatan posisi Bali dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Berbagai kebijakan tersebut masih terus dipersiapkan dan dikaji agar pelaksanaannya dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Giri Prasta pun mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam pembangunan Bali.
“Kalian memiliki intelektual dan pengetahuan. Suatu saat nanti, kalian akan menjadi penentu arah Bali di masa depan,” katanya.
Dari Barisan Tegap ke Panggung Hiburan
Suasana semakin cair ketika Giri Prasta mengajak para anggota Paskibraka dan pelatih naik ke panggung. Setelah sepanjang hari menjalankan tugas dengan sikap tegap dan disiplin, malam itu mereka diajak menikmati momen yang lebih ringan.
Tembang-tembang pop Bali hingga lagu Barat pun mengalun. Wagub Giri Prasta pun menjadi penyanyi dadakan, menghibur dan mengajak berjoget bersama para Paskibraka dan pelatih. Tepuk tangan, tawa dan sorakan pun mengiringi suasana spontan tersebut.
Para Paskibraka yang sebelumnya tampil begitu serius dalam menjalankan tugas negara, kini terlihat lebih lepas. Mereka bernyanyi, berjoget dan menikmati kebersamaan tanpa jarak bersama pimpinan daerah dan para pelatih.
Momen tersebut menjadi gambaran sederhana bahwa di balik seragam, barisan dan disiplin yang ketat, para Paskibraka tetaplah anak-anak muda dengan energi, mimpi dan semangat yang besar.
Sebagai bentuk apresiasi, Giri Prasta menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp25 juta untuk seluruh anggota Paskibraka Provinsi Bali. Dua orang perwakilan, masing-masing putra dan putri, juga mendapat hadiah kejutan masing-masing sebesar Rp1 juta.
Pesannya jelas: tugas sebagai Paskibraka boleh berakhir, tetapi perjalanan untuk menjadi generasi penerus bangsa baru saja dimulai.
“Rasa nasionalisme dan patriotisme harus terus kita tanamkan. Kita harus berusaha bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik,” tegasnya.