
Rangkaian Upacara Memungkah hingga Menawa Ratna Digelar, Danu Kerthi Dijadwalkan Berlangsung 21 September 2026
SINGARAJA, PELANGIDEWATA – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Karya Agung Pamahayu Bumi, Wana Kerthi lan Danu Kerthi di Pura Luhur Pucak Sari, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu (19/9). Gubernur Bali Wayan Koster turut hadir menyaksikan salah satu rangkaian upacara yang berlangsung di pura tersebut.
Karya Agung Pamahayu Bumi ini menjadi bagian dari pelaksanaan sejumlah rangkaian upacara yang berlangsung secara bertahap. Beberapa di antaranya yakni Memungkah, Taur Walik Sumpah, Melaspas, Ngenteg Linggih, Mapeselang, Mapedudusan Agung, hingga Menawa Ratna.
Kehadiran Gubernur Koster menambah kekhidmatan pelaksanaan karya yang melibatkan masyarakat dan para pengempon Pura Luhur Pucak Sari tersebut. Rangkaian upacara ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat pelaksanaan upacara sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan dan sumber daya alam.
Ketua Panitia Karya, Wayan Artawan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Bali bersama para undangan dalam rangkaian Karya Agung tersebut. Menurutnya, kehadiran para tokoh dan undangan menjadi bentuk perhatian terhadap pelaksanaan upacara yang digelar di Pura Luhur Pucak Sari.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Bali beserta seluruh undangan yang telah hadir dan menyaksikan rangkaian Karya Agung ini,” ujar Artawan.
Ia berharap Gubernur Wayan Koster dapat kembali hadir dalam rangkaian berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 21 September 2026. Pada tanggal tersebut, masyarakat akan melaksanakan upacara Danu Kerthi di Pura Luhur Pucak Sari.
“Harapan kami, Bapak Gubernur Bali dapat kembali hadir pada 21 September 2026 saat pelaksanaan upacara Danu Kerthi,” harapnya.
Rangkaian Karya Agung Pamahayu Bumi, Wana Kerthi lan Danu Kerthi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah. Di antaranya Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Nusakti Yasa Weda.
Pelaksanaan karya di Pura Luhur Pucak Sari ini sekaligus memperlihatkan kuatnya tradisi keagamaan dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan adat, budaya, serta nilai-nilai yang berkaitan dengan keharmonisan alam dan kehidupan.