Upaya memperkenalkan kain tenun tradisional endek Bali terus dilakukan melalui berbagai kreativitas dan kegiatan kekinian. Salah satunya melalui kegiatan olahraga zumba bertajuk “Endek Energetic: Heritage In Motion” yang memadukan aktivitas olahraga dengan penggunaan kain endek.
Ratusan peserta tampak antusias mengikuti gerakan zumba yang dipandu para instruktur. Uniknya, peserta mengenakan busana olahraga yang dipadukan dengan kain tenun endek Bali. Kolaborasi tersebut menjadi ruang kreatif untuk memperkenalkan endek kepada masyarakat melalui gaya hidup yang aktif dan modern.
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, mengatakan pemanfaatan endek dalam kegiatan zumba merupakan salah satu cara untuk menjaga warisan budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, olahraga zumba saat ini telah menjadi salah satu aktivitas kebugaran yang digemari berbagai kelompok masyarakat.
Ia menegaskan, kain endek merupakan bagian dari kekayaan intelektual Bali sekaligus warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya. Penggunaan endek dalam berbagai aktivitas diharapkan dapat memperluas pengenalan masyarakat terhadap kain tradisional tersebut sekaligus memberikan dampak terhadap keberlangsungan industri kerajinan lokal.
“Semakin banyak masyarakat yang mengetahui, mengenal, menggunakan dan mencintai endek, semakin besar pula peluang bagi produk lokal untuk berkembang. Kita bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian dan membuka ruang bagi lahirnya generasi perajin baru,” ujar Putri Koster.
Selain mendorong penggunaan endek dalam aktivitas olahraga, Putri Koster juga berharap Bali mampu mencetak instruktur atau Zumba Instructor Network (ZIN) yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sehingga dapat tampil di tingkat internasional.
Menurutnya, Bali tidak hanya perlu mendatangkan instruktur zumba dari luar negeri, tetapi juga harus mampu melahirkan instruktur lokal yang memiliki kapasitas untuk mendapat undangan mengajar di berbagai negara.
“Jangan hanya kita yang mengundang ZIN dari luar negeri. Kita juga harus mampu menjadi ZIN yang diundang negara lain. Kegiatan zumba ini dapat menjadi wadah bagi ibu-ibu dan anak-anak untuk berkreasi sekaligus menjaga kesehatan,” katanya.
Putri Koster berharap kegiatan semacam ini dapat digelar secara berkelanjutan, bahkan dua kali dalam setahun. Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, siap memberikan dukungan agar para instruktur memperoleh sertifikasi dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan hingga ke tingkat internasional.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, saat membacakan sambutan Bupati Buleleng menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, “Endek Energetic: Heritage In Motion” merupakan kegiatan kreatif yang mempertemukan pelestarian budaya dengan gaya hidup modern. Konsep tersebut dinilai mampu membuka cara baru dalam memperkenalkan kain endek kepada masyarakat luas.
Pemkab Buleleng, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang dapat memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong perkembangan UMKM, khususnya sektor kerajinan kain tenun.
“Melalui kreativitas dalam memproduksi dan memperkenalkan kain tenun tradisional endek, kami berharap endek semakin dikenal, termasuk hingga ke mancanegara. Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, hal ini juga dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM dan memperluas peluang ekonomi bagi para perajin,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pemkab Buleleng juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga menjadi ruang promosi sekaligus motivasi bagi pelaku UMKM dan perajin lokal.
Ketua Panitia Pelaksana, Zin Laksmi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan endek melalui berbagai bidang, termasuk olahraga.
Menurutnya, penggunaan kain endek tidak semestinya terbatas pada kegiatan-kegiatan formal atau budaya saja. Endek dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk kreativitas sehingga semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki jangkauan promosi yang lebih luas.
“Penggunaan kain endek tentu saja pengenalannya tidak kami batasi, agar semakin dikenal dan mendunia,” ujar Laksmi.
Kegiatan “Endek Energetic: Heritage In Motion” juga menghadirkan instruktur zumba internasional, yakni Damla Amanat dari Jerman dan Rodrigo Rocco dari Chili, serta puluhan ZIN dari Bali.
Kehadiran para instruktur tersebut semakin memperkuat nuansa internasional kegiatan sekaligus menjadi kesempatan bagi instruktur zumba Bali untuk bertukar pengalaman dan mengembangkan kemampuan di bidang olahraga kebugaran.