KLUNGKUNG — Kebijakan One Gate One Destination (OGOD) mulai menunjukkan hasil nyata dalam optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata Kabupaten Klungkung. Dalam satu tahun, penerimaan retribusi pariwisata Nusa Penida melonjak hingga lebih dari tiga kali lipat.
Hingga September 2026, penerimaan retribusi tercatat mencapai Rp9,41 miliar, naik 210,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka Rp3,03 miliar.
Kenaikan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida. Data menunjukkan, jumlah kunjungan pada September 2026 mencapai 376.059 orang, jauh meningkat dibandingkan September 2025 yang tercatat sebanyak 115.594 kunjungan. Pertumbuhannya mencapai 225,33 persen.
Bupati Klungkung, I Made Satria, mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penerapan OGOD mampu mendorong pengelolaan retribusi pariwisata menjadi lebih optimal.
Menurutnya, OGOD tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan penerimaan daerah. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari pembenahan tata kelola pariwisata, mulai dari sistem pemungutan retribusi, pelayanan wisatawan, hingga pengembangan destinasi.
“Penerapan OGOD merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk mengoptimalkan pengelolaan retribusi sekaligus memperkuat tata kelola, pelayanan, fasilitas, dan pengembangan destinasi pariwisata Nusa Penida secara berkelanjutan,” ujar Bupati Satria, Selasa (6/10).
Jika dibandingkan secara nominal, penerimaan retribusi pada September 2025 tercatat Rp3.032.235.000. Setahun kemudian, angka tersebut meningkat menjadi Rp9.413.540.000.
Bupati Satria menegaskan, peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mengarahkan optimalisasi pendapatan tersebut untuk memperkuat pembangunan dan pelayanan publik.
Pemkab Klungkung, lanjutnya, telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp200 miliar untuk mendukung pembangunan berbagai infrastruktur. Pengalokasian tersebut mencakup sektor transportasi, kesehatan, pendidikan, perdagangan hingga penyediaan air bersih.
“Penerimaan daerah harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Karena itu, optimalisasi sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan peningkatan infrastruktur dan kualitas pelayanan,” tegasnya.
Tak hanya pembangunan fisik, perhatian pemerintah juga diarahkan pada perlindungan sosial. Pemkab Klungkung mengalokasikan lebih dari Rp46 miliar untuk pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan. Selain itu, lebih dari Rp3 miliar disiapkan untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi kelompok pekerja rentan.
Dengan capaian tersebut, OGOD diharapkan menjadi instrumen yang tidak hanya memperbaiki sistem pengelolaan retribusi pariwisata, tetapi juga memperkuat hubungan antara pertumbuhan pariwisata dengan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan kunjungan wisatawan dan peningkatan penerimaan retribusi menjadi modal bagi Klungkung untuk terus membenahi Nusa Penida sebagai destinasi wisata unggulan, sekaligus memastikan manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Salam Mahottama